Perilaku Halusinasi

Respon klien terhadap halusinasi dapat berupa curiga, ketakutan,perasaan tidak aman, gelisah dan bingung, prilaku merusak diri, kurangperhatian, tidak mampu mengambil keputusan serta tidak dapatmembedakan keadaan nyata dan tidak nyata. Menurut Rawlins danHeacock, 1993 mencoba memecahkan masalah halusinasi berlandaskanatas hakekat keberadaan seorang individu sebagai mahkluk yang dibangunatas dasar unsur-unsur bio-psiko-sosio-spiritual sehingga halusinasi dapatdilihat dari lima dimensi yaitu :

Dimensi Fisik

Manusia dibangun oleh sistem indera untuk menanggapirangsang eksternal yang diberikan oleh lingkungannya.Halusinasi dapatditimbulkan oleh beberapa kondisi fisik seperti kelelahan yang luarbiasa, penggunaan obat-obatan, demam hingga delirium, intoksikasialkohol dan kesulitan untuk tidur dalam waktu yang lama.

Dimensi Emosional

Perasaan cemas yang berlebihan atas dasar problem yang tidakdapat diatasi merupakan penyebab halusinasi itu terjadi.Isi darihalusinasi dapat berupa perintah memaksa dan menakutkan.Klien tidaksanggup lagi menentang perintah tersebut hingga dengan kondisitersebut klien berbuat sesuatu terhadap ketakutan tersebut.

Dimensi Intelektual

Dalam dimensi intelektual ini menerangkan bahwa individudengan halusinasi akan memperlihatkan adanya penurunan fungsi ego.Pada awalnya halusinasi merupakan usaha dari ego sendiri untukmelawan impuls yang menekan, namun merupakan suatu hal yangmenimbulkan kewaspadaan yang dapat mengambil seluruh perhatianklien dan tak jarang akan mengontrol semua prilaku klien.

Dimensi Sosial

Dimensi sosial pada individu dengan halusinasi menunjukkanadanya kecenderungan untuk menyendiri. Individu asyik denganhalusinasinya, seolah-olah ia merupakan tempat untuk memenuhikebutuhan akan interaksi sosial, kontrol diri dan harga diri yang tidakdidapatkan dalam dunia nyata. Isi halusinasi dijadikan sistem controloleh individu tersebut, sehingga jika perintah halusinasi berupaancaman, dirinya atau orang lain individu cenderung untuk itu. Olehkarena itu, aspek penting dalam melaksanakan intervensi keperawatanklien dengan mengupayakan suatu proses interaksi yang menimbulkanpengalaman interpersonal yang memuaskan, serta mengusakan klientidak menyendiri sehingga klien selalu berinteraksi denganlingkungannya dan halusinasi tidak berlangsung.

Dimensi Spiritual

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial, sehinggainteraksi dengan manusia lainnya merupakan kebutuhan yangmendasar. Pada individu tersebut cenderung menyendiri hingga prosesdiatas tidak terjadi, individu tidak sadar dengan keberadaannya danhalusinasi menjadi sistem kontrol dalam individu tersebut. Saathalusinasi menguasai dirinya individu kehilangan kontrol kehidupandirinya.




sumber

Post a Comment