Pendekatan Filosofis Pengantar Studi Islam

Secara harfiyah, kata filsafat berasal dari kata philo yang berarti cinta kepada kebenaran, ilmu dan hikmah. Selain itu filsafat dapat pula berati mencari hakiat sesuatu, berusaha menentukan sebab dan akibat serta berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.

Dapat diketahui bahwa filsafat pada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengenai sesuatu yang berada di balik obyek formatnya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas dan inti yang terjadi di balik yang bersifat lahiriyah. Sebagai contoh, kita jumpai berbagai merek bulpoint dengan kualitas dan harganya yang berlain-lainan namun inti semua bulpoint itu adalah sebagai alat tulis. Ketika disebut alat tulis, maka tercangkuplah semua nama dan jenis bulpoint. Kegiatan filsafat juga terkadang disebut merenung. Tetapi merenung bukanlah melamun,bukan juga berpikir secara kebetulan yang bersifat untung-untungan, melainkan dilakukan secara mendalam, radikal, sistematik dan universal.

Berfikir secara filosofis tersebut salanjutnya dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksut agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara seksama. Misalnya membaca buku berjudul Hikmah al-Tasyri’ wa Falasafatuhu yang ditulis oleh Muhammad al- Jurjawi. Dalam buku tersebut al-Jurjawi berusaha mengungkapkan hikmah yang terdapat dibalik ajaran-ajaran agama Islam. Ajaran agama misalnya mengerjakan mengajarkan agar melaksanakan shalat berjama’ah. Tentunya antara lain agar seseorang merasakan hikmahnya hidup secara berdampingan dengan orang lain. Dengan mengerjakaan puasa misalnya agar seseorang dapat merasakan lapar yang selanjutnya menimbulkan rasa iba kepada sesamanya yang hidup serba kekurangan.

Dengan menggunakan pendekatan filosofis ini seseorang akan dapat memberi makna terhadap sesuatu yang dijumpainya, dan dapat pula menangkap hikmah dan ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan cara demikian seseorang mengerjakan suatu amal ibadah tidak akan merasa kekeringan spiritual yang akan menimbuljan kebosanan. Semakin mampu menggali makna filosofis dari suatu ajaran agama, maka semakin meningkaat pula sikap, penghayatan dan daya spiritualitas yang dimiliki seseorang.

Karena demikian pentingnya pendekaan filosofis ini, maka kita menjumpai bahwa filsafat telah digunakan untuk memahami berbagai bidang lainnya selain agama. Kita misalnya membaca adanya filsafat hukum Islam, filsafat sejarah, fisafat kebudayaan, filsafat ekonomi dan lain sebagainya.
Islam sebagai agama yang banyak menyuruh penganutnya menggunakan akal pikiran sudah dapat dipastikan sangat memperlukan pendekatan filosofis dalam memahami ajaran agamanya, yang contoh-contoh telah dikemukakan di atas. Namun pendekatan seperti ini masih belum diterima secara merata terutama oleh kaum tradisionalis yang cenderung memahami agama terbatas pada ketepatan melaksanakan aturan-aturan formalistik dari pengamalan agama.


 sumber

Post a Comment