Pengaruh Nilai Kerakyatan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu, dalam pengembangan Iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan oang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan, meminta kita membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan mengenyam hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing, sehingga tidak adanya monopoli IPTEK. (T. Jacob, 2000;155)

Pengaruh nilai Kerakyatan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) adalah meningkatkan kreatifitas masyarakat Indonesia untuk menghasilkan suatu karya cipta dalam bidang apapun untuk kesejahteraan warga negara Indonesia. Seorang penemu muda Ricky Elson contohnya. Beliau dan rekan-rekannya berhasil menciptakan mobil listrik Indonesia pertama yaitu Tuxuci kemudian dikaji ulang hingga pada tahun 2013 telah muncul mobil bertenaga listrik Selo. Pada saat ini Ricky Elson pemuda Indonesia berusia 33 tahun tengah mengembangkan becak listrik dan pembangkit listrik tenaga angin di daerah sumba yang menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbaik di dunia.

Dengan selalu berupaya demi kebangkitan Indonesia dan nilai Kerakyatan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), tangan-tangan ahli anak Indonesia menciptakan ide-ide kreatif yang menghasilkan intelektual properti.




sumber

Penerapan Nilai Persatuan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Sila persatuan Indonesia, mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila lain. Pengembangan Iptek diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk di dalamnya kesejahteraan bangsa Indonesia. Pengembangan Iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme. Kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.

Sila persatuan Indonesia mengingatkan kita untuk mengembangkan IPTEK untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat adanya kemajuan IPTEK, dengan IPTEK persatuan dan kesatuan bangsa dapat berwujud, persaudaraan dan persahabatan antar daerah dapat terjalin. (T. Jacob, 2000;155)

Contoh persoalan atau kebijakan dari nilai persatuan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yaitu adanya media sosial seperti facebook atau twitter yang dapat menyatukan masyarakat Indonesia untuk membantu warga negara Indonesia yang membutuhkan bantuan seperti adanya Laskar Sedekah yang menyalurkan sedekah masyarakat kepada yang berhak untuk menerima. Selain itu, orang-orang yang sudah bersedekah dapat mengetahui bentuk kegiatan Laskar Sedekah melalui akun media sosial yang mengunggah foto-foto penerima sedekah. Manfaat lainnya dari penerapan nilai persatuan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yakni dapat membuat masyarakat Indonesia lebih tanggap, contohnya jika terjadi bencana alam di suatu daerah seperti kabut asap maka informasi-informasi lebih cepat meluas dan menyebar. Sehingga fungsi dari nilai persatuan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah memperrmudah mempersatukan masyarakat Indonesia dalam segala urusan.




sumber

Definisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Manusia sebagai makhluk jasmani rohani sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa sekaligus individu dan makhluk sosial, pada hakikatnya sebagai makhluk homo sapiens makhluk yang berakal di samping berasa dan berkehendak. Sebagai makhluk yang berakal, manusia memiliki kemampuan intelektual yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah unsur-unsur yang pokok dalam kebudayaan manusia, dalam dunia ilmu pengetahuan terdapat dua pandangan yang berbeda yaitu (1) pendapat yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai, artinya tidak ada sangkut pautnya dengan moral, dengan etika, dengan kemanusiaan, dengan ketuhanan. (2) pendapat kedua menyatakan bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya untuk kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan adalah terikat nilai yaitu nilai moral, nilai kemanusiaan, nilai religious. Bagi Pancasila ilmu pengetahuan itu berketuhanan yang Maha Esa, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan beradilan.

Maka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dilandasi moral, etika serta nilai-nilai religious. Dengan perkataan lain ilmu pengetahuan harus dilandasi etika ilmiah dan yang paling penting dalam etika ilmiah adalah menyangkut hidup mati orang banyak, masa depan, hak-hak manusia dan lingkungan hidup. Hal-hal yang perlu ditekankan adalah sebagai berikut:

1. Risiko percobaan dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Kemungkinan penyalahgunaannya
3. Kompatibilitas dengan moral yang berlaku
4. Terganggunya sumber daya dan pemerataannya
5. Hak individu untuk memilih sesuatu sesuai dengan dirinya




sumber

Pengaruh Era Teknologi dalam Pendidikan

Arus berkembangnya teknologi begitu derasnya sehingga menuntut kita untuk lebih aktif didalam mengikuti perkembangan informasi tersebut, dengan adanya internet merupakan salah satu bentuk teknologi yang seharusnya dapat memotivasi sekaligus memberikan inspirasi untuk menghasilkan kreasi serta informasi yang bermanfaat.

Seiring roda-roda kehidupan manusia terus berputar, perkembangan teknologi semakin hari semakin berkembang, tidak menutup kemungkinan setiap detik teknologi baru muncul dengan kelebihan dan keunggulan yang berbeda satu sama lain atau mungkin saling melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada.

Baik selanjutnya akan saya bahas lebih rinci satu pembahasan khusus mengenai dampak atau pengaruh Teknologi dalam Dunia Pendidikan.

Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi sudah sangat mempunyai dampak yang begitu positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan, walaupun dibalik kelebihan sesuatu pasti disana juga akan ada kelemahannya.

Kenyataan saat sini menunjukkan akan ketergantungan masyarakat terhadap teknologi sehingga tak jarang setiap melakukan sesuatu tidak pernah luput dari yang namanya teknologi itu sendiri. Kita dapat mengambil contoh real, seperti segala sesuatu kembalinya kepada teknologi, kita jarang sekali melihat belakangan ini seorang pelajar membawa buku di setiap aktifitas belajarnya, persentase pelajar hampir lebih besar rujukannya adalah internet.

Berikut poin-poin pengaruh Positif Teknologi di bidang Pendidikan

  • Sangat membantu proses pembelajaran itu sendiri, lebih cepat dan mudah di akses.
  • Berfungsinya virtual kelas, yang dimana sangat memudahkan para pelajar untuk saling berkomunikasi dengan sang pengajar dengan system tanpa bertatap [face to face].
  • Memudahkan sistem usaha serta kegiatan administrasi pada sebuah lembaga pendidikan karena penerapannya.

Adapun pengaruh negatifnya adalah, berikut poin-poinnya

  • Terdapatnya berbagai macam situs-situs yang tidak mendidik, dan membuat pengguna menjadi rusak atau terpengaruh akal pikirannya, seperti situs porno, perjudian dan lain sebagainya.
  • Membuat penggunanya menjadi malas dalam satu sisi yang lain, akibat kecanggihan teknologi ini, sehingga membuat pengguna malas dalam aktifitas membantu orangtua.
  • Tindak kriminal, seperti Cybercrime yang dimana kejahatan ini dilakukan seseorang dengan perantara teknologi internet ini, sehingga mencetak generasi yang berpengetahuan tetapi mempunyai moral yang rendah.

Pendidikan Di Era Teknologi

Perkembangan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, menurut Rosenberg, dengan berkembangnya ini ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :

(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke tempat dimana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke online atau saluran,
(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.

Mengenai asumsi di atas bahwa pergeseran proses pembelajaran yang mengalami perubahan dari kertas ke online untuk saat ini telah dapat dirasakan maupun dilihat keberadaannya ketika sebuah instansi pendidikan menerapkan system komputerisasi. Banyak hal serta manfaat dari keberadaannya itu. Semisal ketika segala kegiatan yang berbasis pendidikan dapat di akses secara mudah lewat sebuah jaringan computer ataupun jaringan internet yang tentunya hal tersebut berkat adanya satelit yang dioperasikan, maka siswa, mahasiswa, guru, dosen ataupun seluruh warga dalam lingkup pendidikan tersebut mampu memperoleh segala informasi yang ingin didapatkan.

Misalnya yang paling mutakhir adalah berkembangnya Cyber Teaching atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Istilah lain yang popular saat ini ialah e-learning yaitu sebuah model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi (internet).

 Menurut Rosenberg, e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas dengan landasan berdasarkan tiga kriteria diantaranya yaitu :
  • E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi, dan membagi materi atau informasi,
  • Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui computer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
  • Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigma pembelajaran tradisional.

Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti : CBT (Computer Baseb Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Dekstop Videoconferencing dan sebagainya. Istilah lain yang lebih popular dari perkembangan teknologi komunikasi ini yaitu system virtual. Dalam hal ini, kegiatan yang menyangkut komunitas virtual dapat dianggap sebuah hal yang lebih banyak digunakan dalam lingkungan akademis. Ini tentu dapat mempermudah tingkat keefektifan dari sebuah system pembelajaran, dimana siswa atau mahasiswa dapat mengakses materi-materi pendidikan secara lebih detail tanpa lewat interaksi secara langsung (face to face) dengan guru, tutor ataupun dosen yang bersangkutan.

Untuk sekarang ini, banyak contoh lain yang seperti diatas akan tetapi diluar lingkup sekolah ataupun kampus, misalnya ada lembaga pendidikan semacam kursus atau bimbingan-bimbingan belajar dengan menggunakan media computer (internet) dalam mengakses materi-materinya maupun ujian serta tesnya lewat internet. Tentunya hal ini merupakan langkah yang maju dalam konteks pendidikan. Selain perkembangan teknologi komunikasi dalam dunia pendidikan telah menjamah lingkup system pembelajaran dalam bidang akademis, sebenarnya juga telah merambah pada aspek lain (meskipun masih dalam lingkup pendidikan). Misalnya dengan adanya computer, telepon, internet, mesin fotocopy dan segala perangkat dari sebuah teknologi komunikasi itu sendiri mampu membantu pekerjaan bagian tata usaha atau bagian-bagian yang lain. Dengan adanya digital library diperpustakaan instansi pendidikan, orang dapat mengakses buku atau literatur dengan cepat.



sumber

Pengertian Pendidikan dan Pengertian Era Teknologi

Pengertian Pendidikan

Dilihat dari pandangan antropologik, melihat pendidikan dari aspek budaya antara lain pemindahan pengetahuan dan nilai nilai kepada generasi berikutnya. Pendekatan sistem perlu dipergunakan dalam menjelaskan pendidikan, karena pada era global sekarang ini dunia pendidikan telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi hal ikhwal. Proses pendidikan merupakan upaya yang mempunyai dua arah yaitu yang pertama bersifat menjaga kelangsungan hidupnya (Maintenance synergy) dan kedua menghasilkaan sesuatu (Effective synergy).

Rogers, Burdge, Korsching dan Donner Meyer (1988:437) menyatakan bahwa pendidikan sebagai proses trasmisi dudaya mengacu kepada setiap bentuk pembelajaran budaya (culturale learning) yang berfungsi sebagai transmisi pengetahuan, mobilitas sosial, pembentukan jati diri dan kreasi pengetahuan.

Toffler (dalam Sonhadji, 19993 : 4) menyatakan bahwa sekolah atau lembaga pendidikan masa depan harus mengarahkan peserta didiknya untuk belajar bagaimana belajar (learn how learn). Kebutaan dalam era global adalah ketidakmampuan belajar bagaimana belajar. Raka Joni merumuskan bahwa ciri utama manusia masa depan Indonesia adalah manusia yang mendidik diri sendiri sepanjang hayat dan masyarakat belajar yang terbuka tetapi memiliki pandangan hidup yang mantap. Maka peserta didik harus dibekali informasi tentang latar belakang yang memberi dampak pengganda pada pembelajarannya sehingga dapat memberikan motivasi yang besar untuk membaca dan mempelajari informasi dari berbagai sumber. Kita harus siapkan kompetensi agar siswa eksis di era global yang sangat kompetitif, maka sangat strategis dalam pembudayaan pembelajaran di sekolah dengan siswa menjadi pusat pembelajaran dalam proses pencarian informasi. Hal senada juga dikemukakan oleh Makagiansar yang menyatakan bahwa agar pendidik dapat mempersiapkan peserta didik yang eksis, maka pendidik harus mengenbangkan kemampuan mengantisipasi, mengerti dan mengatasi situasi, mengakomodasi serta mereorientasi kepada peserta didik.

Pengertian Era Teknologi

Secara etimologi, menurut kamus besar bahasa Indonesia era diartikan sejumlah tahun dalam jangka waktu antara beberapa peristiwa penting dalam sejarah atau masa.Sedangkan menurut kamus ilmiah popular era berarti zaman, masa atau kurun waktu.

Menurut Brown & Brown (1980: 2) mengungkapkan, teknologi adalah penerapan pengetahuan oleh manusia untuk mengerjakan suatu tugas yang dikehendakinya. Dengan demikian teknolog dapat dikatakan sebagai penerapan praktis pengetahuan untuk mengerjakan sesuatu yang kita inginkan.
Teknologi Menurut Miarso (2007 : 62) teknologi adalah proses untuk meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk, produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian intergal dari suatu sistem.

Sedangkan menurut menurut Mardikanto (1993) Teknologi adalah suatu prilaku produk, informasi dan praktek praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalamrangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.

Jadi dapat disimpulkan era Teknologi adalah masa dimana produk selalu didaur atau dicpta untuk memenuhi kebutuhan manusia. Keharusan ini dimungkinkan karena manusia pada dasarnya adalah makhluk kreatif sebagai sunnatullah atas rasa,cipta, dan karsa yang diberikan maha pencipta kepadanya.




sumber

Pengertian Sistem Operasi


Sistem Operasi meruapakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perngkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya menggunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologim pada saat ini terdaat berbagai sistem operasi dengan keunggulaan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi itu sendiri.

Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang teradapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahlan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-sumber komputer. Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :
1. Perangkat Keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi. Perangkat keras komputer terditi dari : CPU, memory dan perangkat input.
2. Sistem Operasi, mempunyai tugas untuk melakukan kontrol dan koordinasi penggunaan perangkat keras pada berbagai program aplikasi untuk user-user yang berbeda.
3. Program Aplikasi, menentukan cara sumber daya sistem digunakan untuk menyelesaikan permasalahan komputer dari user, contohnya compiler, sistem basis datam video games, program bisnis, dan lain-lain.
4. User yang menggunakan mesin, terdiri dari orang mesin atau komputer lain.

Sistem operasi didefinisikan sebagai :

Resource allocator

Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber daya – sumber daya
sistem computer

Program control

Sistem operasi melakukan control eksekusi dari program user dan operasi input
output.

Kernel

Sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan sepanjang waktu (selain program aplikasi).


sumber

Pengertian IPTEK


Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adl sumber teknologi yg mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adl terapan atau aplikasi dari ilmu yg dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lbh canggih dan dapat mendorong manusia utk berkembang lbh maju lagi. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis utk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewudkan kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas dasar kreatifitas, akalnya, manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah SDA yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan iptek harus didasari terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun oelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata.

Masih banyak masyarakat kurang mampuyang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi. Hal itu dikarenakan tingginy biaya pendidikan yang harus mereka tanggung. Makadari itu pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan SDM yang ada. Perkrmbangan IPTEK disamping bermanfaat untukkemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif. Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin antara lain:
  1. Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
  2. Teknologi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
  3. Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Dengan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguatan iptek mutlak diperlukan untuk mencapaikesejahteraan bangsa. Visi dan Misi iptek dirumuskan sebagai paduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya iptek yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Undang-undang No.18 Tahun2002 tentang Sistem Nasional Penelitiha, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang yelah berlaku sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi Iptek sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah beserta seluruh rakyat dengan sebaik baiknya. Selain itu pula perkembangan iptek di berbagai bidang di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negatif dari adanya perkembangan iptek, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.


sumber

DAMPAK PSIKOLOGIS NEGATIF PENGGUNAAN KOMPUTER YANG BERLEBIHAN


Anti Sosial

Seseorang dapat terpengaruh kondisi psikologisnya oleh beberapa tayangan dari software game yang menyuguhi adegan kekerasan. Permainan komputer dengan kandungan kekerasan memiiliki tingkatterpaan kekerasan yang samaa seperti terpaan dalam televisi.

Computer Anxiety (Takut Dan Cemas Bila Dihadapkan Dengan Komputer)

Ketakutan terhadap komputer sering terjadi hampir seperempat populasi pemakai komputer kalangan orang dewasa. Beberapa dari kasus yang paling menakutkan yang dirasakan terhadap komputer adalah mual-mual disertai pusing, vertigo dan berkeringat banyak, penyebab ketakutan tersebut diantaranya disebabkan oleh kecemasan yang dihadapkan oleh orang-orang non tekhnis dan dihadapkan pada sistem tekhnis yang menyulitkan, biasanya ketakutan tersebut di dapati oleh perempuan yang lemah akan matematika

Addict Terhadap Internet

Biasanya orang yang menalami gejala psikologis seperti menggunakan internet layaknya orang kelaparan yang tidak akan pernah kenyang, bisa dikatakan seperti kecanduan obat. Komputer dan fitur yang ditawarkan layaknya obat yang harus diminum jika tidak meminumnya akan merasakan sakit. Rasa ketagihan yang membuat orang terus menerus menggunakan komputer menurut ahli merupakan indikasi dari pembentukan kebiasaaan media. Dan yang mematikan adiksi ini dapat menghancurkan kehidupan manusia.Jadi kehidupan seseorang dapat hancur melalui internet karena perilaku adiksinya terhadap internet.


sumber

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENERIMAAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI


Dukungan pengetahuan komputer secara interen organisasi (Internal support), merupakan dukungan pengetahuan teknis yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan komputer

Pengalaman pelatihan interen organisasi (internal training), merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pemakai (user) dari pemakai lainnya (other user) atau dari spesialisasi komputer yang ada didalam organisasi perusahaan.

Dukungan Manajemen (Management Support), merupakan tingkat dukungan secara umum yang diberikan oleh Top Manajemen dalam perusahaan

Pengetahuan komputer secara ekteren organisasi (External support), merupakan dukungan pengerahuan teknis dari pihak luar yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan komputer untuk perusahaan kecil.

Pengalaman pelatihan eksteren organisasi (external training), merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pemakai (user) dari pemakai lainnya (other user) atau spesialisasi komputer dari pihak luar perusahaan.



sumber

END-USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS


Kita menyadari kecanderungan menuju end-user computing, walau kecenderungan ini mencerminkan kemajuan alamiah dalam penggunaan komputer dan menciptakan sejumlah manfaat nyata, ini bukan tanpa resiko. Para eksekutif perusahaan harus memberikan perhatian cara pelaksanaan end-user computing, untuk memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan resikonya.

Tingkat-tingkat Kemampuan Pemakai Akhir

Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan kemampuan komputer mereka:

Pemakai Akhir Tingkat Menu (Menu-Level End Users). Sebagian pemakai akhir tidak mampu menciptakan perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi (prewritten software) dengan menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunak berbasisi Windows dan Mac.

Pemakai Akhir Tingkat Perintah (Command-Level End Users). Sebagian pemakai akhir memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu. Para pemakai akhir ini dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi aritmatika dan logika pada data. Contohnya, pemakai Microsoft Excel dapat menggunakan perintah-perintah khusus untuk menyelesaikan proses yang tidak mungkin dilakukan melalui penggunaan menu.

Pemakai Akhir Tingkat Perintah (End-Users Programmers). Sebagian pemakai akhir dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman seperti HTML, Visual Basic, atau JavaScript, dan merekan dapat menggembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.

Personil Pendukung Fungsional (Functional Support Personnel). Di sejumlah perusahaan, para spesialis informasi adalah anggota dari unit-unit fungsional, bukannya unit jasa informasi. Personil pendukung fungsional ini adalah spesialis informasi dalam arti sesengguhnya, tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer unit bisnis mereka.

Dua unsur penting menjadi cirri mpat tingkatan emampuan pemakai akhir.Pertama, semua tingkat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai aplikasi, dan kedua, tidak seorangpun yang merupakan anggota dari organisasi jasa informasi.


sumber

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DITINJAU DARI ASPEK PERILAKU


Aspek perilaku pengguna (user) TI menjadi perhatian penting bagi periset maupun praktisi karena mendukung keberhasilan penerapan teknologi informasi. Beberapa penelitian banyak mengkaitkan computer attitude dengan keperilakuan user TI. Ditinjau dari aspek keperilakuan, sikap individu terhadap obyek akan menentukan perilaku seseorang, demikian halnya dengan perilaku para pengguna (user) TI. Secara teoritis implikasi penerapan TI dapat dipandang sebagai aspek keperilakuan yang berkaitan dengan pengembangan TI. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pengguna (user) apabila ditinjau dari 3 unsur dalam pengembangan TI (perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna) memang pentinguntuk diperhatikan. Apabila ditinjau dari aspek perilaku, implementasi pengembangan TI akan tergantung dari perilaku yang melekat pada diri user. Kemudahan dan kemanfaatan yang diperoleh dari penerapan TI akan tergantung dari perilaku user dalam mengorganisir kemampuannya terhadap pemanfatan TI.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa faktor perilaku mempengaruhi pengapdosian teknologi informasi.Hal ini telihat pada ”Theory of Reasoned Action” (TRA) yang dikemukakan Fishbein dan Ajzen (1975). Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan menggunakan computer jika dia dapat melihat adanya manfaat (hasil) positif dari penmggunaan tersebut (dalam Dandes Rifa dan Gudono, 1999).

Speier, Morris, dan Briggs (1997) dalam penelitiannya menyatakan ”looked closely at attitudes towards computers and the impact it has on performance. They found a relationship existing between the examined attitudes and performance. “Subjects who perceive computers to be easier to use and who perceive computers as useful tend to exhibit greater skill performance.” Their results exhibited an increase in fear and anxiety when skill performance had decreased(dalam Linda V.Orr, 2000). Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan antara computer attitude dengan performance seseorang. Personil yang merasa lebih mudah menggunakan komputer dan merasa komputer sebagai sesuatu yang bermanfaat cenderung memperlihatkan tingkat keahlian yang lebih tinggi.Sedangkan mereka yang memperlihatkan ketakutan dan kegelisahaan yang semakin tinggi cenderung memperlihatkan keahlian yang semakin menurun. Hakkinen (1994) dalam penelitiannya menyatakan “Computer anxiety is a psychological characteristic of adult learners that computer instructors will continually confront. “It is important to reduce anxiety because it has negative effects on learning” Computer anxiety can be significantly reduced if Extension educators createa comfortable learning environment in which students can have positive experiences with computers (dalam Pam Dupin-Bryant, 2002). Temuan ini menekankan bahwa computer anxiety merupakan sebagai suatu kondisi psikologis seseorang dalam hubungannya dengan penggunaan komputer yang ditandai dengan adanya rasa takut. Ketakutan ini umumnya merupakan kondisiyang dialami oleh orang dewasa yang menekankan adanya kecenderungan seseorang untuk bersikap negatif atau menolak terhadap penggunaan computer. Sedangkan pengurangan kegelisahan dalam mempelajari komputer merupakan faktor yang amat penting karena hal tersebut mempengaruhi pengalaman seseorang dalam memanfaatkan komputer.

Iqbaria (1994) dalam Fahmi Natigor Nasution (2009) mengembangkan suatu model untuk memprediksi penggunaan TI. Beberapa faktor yang diajukan oleh Iqbaria meliputi keinginan memakai komputer, keahlian, dukungan organisasi, kebijakan, manfaat untuk organisasi, kecemasan karena pemakaian TI memiliki dampak langsung atau dampak tidak langsung terhadap penerimaan teknologi komputer. Komponen penting dari model Iqbaria (1994), meliputi pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku, hal ini mengarah pada subjektivitas seseorang,atau opini pihak lain yang mempengaruhi individu. Kemudian terdapat juga aspek kepercayaan normative yang dapat melihat seseorang dalam penggunaan komputer. Penelitian Laudon dan Laudon dalam Dedi Haryanto (2002) mengemukakan bahwa perilaku dalam penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan menggunakan pendekatan sosioteknis dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi yang baik memerlukan koordinasi tiga komponen utama sistem informasi yaitu: sikap manusia, teknologi, dan organisasional.

Sikap manusia

Faktor manusia memberikan pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan pelaksanaan sistem informasi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah tingakt kemampuan individu baik di bidang manajerial maupun di bidang teknologi infrormasi dan faktor sikap individu. Faktor sikap manusia ini diartikan sebagai sikap atau persepsi individu terhadap Tinjauan mengenai Aspek Perilaku dalam Penggunaan Teknologi Informasi keberadaan teknologi informasi maupun terhadap kondisi lingkungan kerja.

Teknologi

Faktor teknologi terdiri dari unsur hardwaredan softwareyang merupakan dasar pembentukan sistem informasi. Faktor teknologi yang terutama mengambil peran dalam keberhasilan suatu sistem informasi. Kualitas sistem informasi pada dasarnya ditentukan oleh empat kriteria yaitu: kinerja sistem, keandalan sistem, kegunaan sistem, dan fleksibilitas sistem.

Organisasional

Faktor organisasi memberikan pengaruh terhadap kinerja seseorang melalui proses bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Proses bisnis tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan perusahaan, peraturan-peraturan, prosedur kerja, pembagian tugas dan wewenang.

Dambrot et al. (1985) dalam Dandes Rifa dan Gudono (1999) dalam penelitiannya mengidentifikasi korelasi antara computer attitude dengan perilaku (behaviors) melalui hubungan antara computer attitude dengan math anxiety, math aptitude, math course work, computer aptitude dan scholastic achievement.



sumber

KENAPA END-USER COMPUTING?


End-user computing berkembang karena empat pengaruh utama:
  1. Meningkatnya pengetahuan tentang komputer. Selama awal 1980-an, dampak dari program-program prndidikan komputer di tingkat universitas dan pra-universitas sangat terasa. Berbagai peningkatan manajemen, terutama di tingkat bawah mulai diisi oleh orang-orang yang mengerti komputer. 
  2. Antrian Jasa Informasi. Para spesialis informasi selalu memiliki lebih banyak pekerjaan daripada yang dapat mereka tangani. Situasi ini menjadi kritis selama awal 1980-an saat para pemakai mulai meminta jasa-jasa informasi untuk dukungan sistem tambahan. Unit jasa informasi tidak dapat menanggapi cukup cepat, dan terjadi timbunan pekerjaan yang menunggu diolah komputer. Sebagian pemakai bahkan harus menunggu dua atau tiga tahun agar pekerjaannya dapat melewati timbunan permintaan yang belum dikerjakan.
  3. Perangkat Keras yang Murah. Pada periode yang sama, pasar dibanjiri oleh komputer mikro yang murah. Para pemakai dapat memperoleh perangkat keras mereka sendiri dengan memesan pada toko komputer local melalui telepon dan membayarnya dengan dana kas kecil.
  4. Perangkat Lunak Jadi. Baik perusahaan perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) memproduksi perangkat lunak yang mampu melaksanakan tugas-tugas akuntansi dasar maupun menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
  5. Perangkat lunak jadi ini menawarkan dukungan yang lebih baik dan kemudahanpenggunaan, dan memempukan perusahaan dan pemakai individu dengan sedikit atau tanpa keahlian komputer untuk menerapkan sistem berbasis komputer.

sumber

JENIS-JENIS END USER COMPUTING


Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Laurent S Flannery, seorang mahasiswa jurusan MIT. Mereka mengidentifikasikan enam jenis end user computing, yaitu :

End user non pemograman, adalah pemakai (user) ini hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau sama sekali tidak memahami, dan ia memakai software yang telah dibuat orang laiin. Ia berkomunikasi dengan hardware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan tekhnis

User tingkat perintah, adalah pemakai (user) ini menggunakan software tertulis yang telah tersedia. Namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus

Programmer end user, adalah selain menggunakan software tertulis dan 4GL, pemakai ini juga dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. Karena ia mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik, ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakai non-programan dan pemakai tingkat perintah. Contoh pemakai tingkat perintah : insinyur, analis keuangan
Personel pendukung fungsional, adalai pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani komputer. ia mempunyai tingkatan sebagai ahli komputer seperti yang ada di unit pelayanan informasi

Personel perndukung komputerisasi end-user, adalah spesialis informasi ini ditugaskan di unit pelayanan informasi , namun membantu end user dalam pengembangan sistem

Programen DP, adalah ia merupakan golongan programer khusus, yang ditugaskan di pelayanan informasi yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menetukan harga kontrak


sumber

KECENDERUNGAN MENUJU END-USER COMPUTING

 
Para spesialis informasi tidak selalu berperan serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer seperti yang digambarkan oleh gambar 1.12 .itu adalah pendekatan tradisional , cara semua sistem dikembangkan selama tahun 1950-an, 1960-an dan awal 1970-an.

Namun, pada akhir 1970-an dimulai suatau kecenderungan yang berpengaruh besar pada penggunaan komputer. Kecenderungan ini adalah meningkatnya minat pemakai dalam mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri.Nama yang diberikan untuk situasi ini adalah end-user computing. End user sinonim dari pemakai; ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.

sumber

PENGGUNA TEKNOLOGI INFORMASI (USER)


Keberadaan brainware (manusia) sebagai pengguna sistem mempunyai fungsi yang amat penting karena berfungsi sebagai pelaksana (operator) masukan (input) dan penerima keluaran (output). Sebagai unsur sumber daya manusia, pengguna sistem secara psikologi memiliki perilaku (behavior) tertentu yang dipengaruhi oleh persespi dan sikapnya terhadap TI. Dalam organisasi atau perusahaan, istilah brainware dapat berupa analyst, programmer, atau operator.

Menurut Harrison dan Rainer (1992) dalam Rifa dan Gudono (1999) bahwa end-user adalah orang-orang yang berinteraksi dengan sistem informasi yang berbasis komputer hanya sebagai konsumen atau pemakai. Sedangkan End User Computing(EUC) adalah penggunaan komputer secara langsung oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan computer-based solution dengan tepat. Para spesialis informasi tidak selalu berperan serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer, kecenderungan ini di mulai pada akhir tahun 1970-an dimana meningkatnya minat pemakai dalam mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri nama yang diberikan pada situasi ini adalah end-user computing. Para pemakai tidak perlu bertanggung jawab penuh dalam pengembangan sistem, tetapi akan bekerja sama dengan pada spesialis informasi bersama-sama mengembangkan sistem. Dengan demikian pengertian End User dapat dipersamakan atau sinonim dengan pemakai produk akhir sistem berbasis komputer sedangkan End User Computing(EUC) merupakan pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh pemakai akhir. Berbagai literatur menunjukkan setidaknya ada tiga jenis kesalahan (error) yang berkaitan dengan TI.Pertama, kesalahan teknis (technical error) yang berkaitan dengan kualitas teknis yang rendah.

Kedua, kesalahan fungsional (functionality error) yang berkaitan dengan ketidaksesuaian antara fungsi teknologi dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi.Ketiga, kesalahan manusia (human error) yang secara garis besar berkaitan dengan kemampuan (skill) dan kemauan (motivation) karyawan untuk menggunakan teknologi tersebut. (Riri Satria, 2009)

Menyikapi pentingnya faktor SDM maka fungsi-fungsi manajemen membutuhkan kompetensi Level User yang memadai baik level operator, programmer, maupun system analyst. Tinjauan mengenai Aspek Perilaku dalam Penggunaan Teknologi Informasi menekan biaya serta mampu menghasilkan outputdan manfaat yang lebih besar. Keseriusan organisasi dalam mendukung perkembangan TI tidak cukup hanya melengkapinya dengan perangkat keras dan software. Faktor brainware sampai sekarang masih menjadi kendala utama dalam implementasi SIM dan TI. Keberadaan brainware yang kurang terdukung menyebabkan sistem informasi manajemen tidak dapat berjalan efektif, disebabkan karena kompetensi SDM kurang mampu mengartikulasikan keberadaan TI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Kendala ini sering disebut sebagai Human Error.


Sumber

INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI


Teknologi informasi secara potensial merupakan strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memenangkan bersaing.Kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya pengembangan TI dan keberanian organisasi melakukan investasi TI memiliki peran yang amat penting karena mendukung efisiensi waktu dan peningkatan produktivitas.Guna menghadapi persaingan, perusahaan melalui manager TI berkepentingan melakukan perencanaan dan implementasi yang matang dari TI.Strategi TI dapat disesuaikan dengan tujuan dan kondisi internal perusahaan.

Tahap selanjutnya perlu mengoptimalkan komponen-komponen TI secara menyeluruh dan terpadu.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas sedangkan informasi adalah data yang sudah melalui proses pengolahan, dengan metoda tertentu.(Ana Heryana, 2005)

Teknologi informasi memiliki tiga komponen penting yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware). Sebagai komponen TI, sistem informasi/SI ditekankan pada penciptaan perangkat lunak sedangkan TI lebih berfokus pada kemampuan, respon, kemudahan dan rasio biaya/performansi.Perbedaan karakteristik pengguna TI juga dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah aspek perilaku user.


sumber

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI



Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Saat ini dunia sudah terasa semakin sempit karena cepatnya akses informasi di berbagai belahan dunia membuat dunia ini seolah semakin sempit dikarenakan kita dapat melihat apa yang terjadi di Amerika misalnya, meskipun kita berada di Indonesia.

Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat.Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat.Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.



sumber

Perkembangan Teknologi Pendidikan

Perkembangan Teknologi Pendidikan
Teknologi Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu yang meliputi manusia, prosedur, ide, alat, dan organisasi untuk menganalisis masalah serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola usaha pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek belajar.* Salah pendapat ialah bahwa instructional technology means the media born of the communications revolution which can be used for instructional purpose alongside the teacher, the book, and the blackboard.**

Teknologi pendidikan dapat ditafsirkan sebagai media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Alat-alat itu lazim disebut “hard ware”. Ada pula yang memandang teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang ilmiah kritis, dan sistematis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan merupakan suatu ekspresi dari gerakan ilmiah yang telah dirintis sejak Aristoteles dan terus bergerak terus melalui Wundt, Pavlov, Thorndike, Skinner, dan lain-lain.
Teknologi pendidikan tidaklah selamanya diartikan atau dikaitkan dengan peralatan atau media yang rumit. S. Nasution mengemukan “pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah”. Oleh karena itu yang paling penting dalam rangka kegiatan belajar mengajar, tidak semata-mata media teknologi komunikasi yang rumit dan kompleks.***

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2004) dengan berkembangnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata (real time). Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, computer, internet, e-mail, dan lainnya.

Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan computer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebutcyber teaching atau pengajaran maya yaitu proses pengajaran yang silakukan dengan penggunaan internet. Istilah lain makin popular saat ini ialah e-learningyaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet.****



*Mudhoffir, Teknologi Instruksional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996), hlm. 5
**Nasution, TeknologiPendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 1
***Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), hlm. 7
****Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), hlm. 17-18




Teknologi Pendidikan sebagai Pendekatan Teori

Teknologi Pendidikan sebagai Pendekatan Teori
Aplikasi teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya. Aplikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Pertama, teknologi pendidikan memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan maupun aplikasinya. Teknologi pendidikan mempunyai fuungsi luas, tidak hanya terbatas pada kebutuhan kegiatan belajar mengajar di kelas, melainkan dapat berfungsi sebagai masukan bagi pembinaan dan pengembangan kurikulum yang dikaji secara ilmiah, logis, sistematis dan rasional sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, teknologi pendidikan menghilangkan, walaupun tidak secara keseluruhan, pola pengajaran tradisional. Ia berperan penuh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, meskipun sebenarnya dia tidak dapat menggantikan posisi guru secara mutlak. Karena guru mempunyai kemampuan (cabability) yang terbatas dan dengan teknologi pendidikan pulalah keterbatasan itu tertolong.
Ketiga, teknologi pendidikan membuat pengertian kegiatan belajar menjadi lebih luas, lebih dari hanya sekedar interaksi guru-murid di dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas. Teknologi pendidikan dapat dianggap sebagai sumber belajar, dan biasanya memberikan rangsangan positif dalam proses pendidikan.

Keempat, aplikasi teknologi pendidikan dapat membuat peranan guru berkurang, meskipun teknologi pendidikan tidak mampu menggantikan guru secara penuh. Teknologi pendidikan adalah teknologi pendidikan, guru adalah guru. Meskipun demikian bagi guru dan murid, teknologi pendidikan memberikan sumbangan yang sangat positif.*

Yusufhadi Miarso (1980) mengemukakan bahwa secara operasional, aplikasi teknologi pendidikan akan menunjukkan karakteristiknya. Adapun implikasi teknologi pendidikan menurut Miarso adalah:
  1. Sistem pendidikan atau instruksional yang media dan fasilitasnya merupakan bagian yang integral.
  2. Media dan fasilittas itu mempunyai fungsi penyajian informasi, ide dan konsepsi.
  3. Adanya serangkaian pilihan yang menghendaki antara lain:
  • Perubahan fisik, tempat dan ruang belajar.
  • Hubungan antara guru dan murid yang tidak langsung.
  • Aktivitas anak didik yang relatif bebas (independent) dari kontrol guru.
  • Perlunya tenaga pembantu guru (kelompok profesional).
  • Perubahan peranan dan kecakapan guru yang diperlukan.
  • Adanya tenaga spesialis yang bekerjasama dengan guru.
  • Jumlah dan macam biaya yang berbeda, baik untuk investasi maupun operasi.
  • Keluwesan dalam waktu dan jadwal belajar. 
Sudah selayaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada segera memperkenalkan dan memulai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini penting mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik, generasi bangsa ini secara lebih luas. Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat harus mampu memberikan akses pemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada peserta didik.

Program pembangunan pendidikan terpadu, terarah, dan berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturing effectterhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan sehingga teknologi berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasaan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan (termasuk guru) untuk lebih apresiatif dan proaktifdalam memaksimalkan potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.

Adapun kedudukan lain teknologi dalam pendidikan yaitu:
  1. Mempermudah kerjasama antara pakar dan mahasiswa, menghilangkan batasan ruang, jarak, waktu.
  2. Sharing information, sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama sama dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan.
  3. Virtual university, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang di akses oleh orang banyak.**



*Sudarwan Danim, Media Komunikasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), hlm. 4
**Deni Darmawan, Teknologi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosda karya 20011), Hlm. 4-6