FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENERIMAAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI


Dukungan pengetahuan komputer secara interen organisasi (Internal support), merupakan dukungan pengetahuan teknis yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan komputer

Pengalaman pelatihan interen organisasi (internal training), merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pemakai (user) dari pemakai lainnya (other user) atau dari spesialisasi komputer yang ada didalam organisasi perusahaan.

Dukungan Manajemen (Management Support), merupakan tingkat dukungan secara umum yang diberikan oleh Top Manajemen dalam perusahaan

Pengetahuan komputer secara ekteren organisasi (External support), merupakan dukungan pengerahuan teknis dari pihak luar yang dimiliki secara individual maupun kelompok mengenai pengetahuan komputer untuk perusahaan kecil.

Pengalaman pelatihan eksteren organisasi (external training), merupakan sejumlah pelatihan yang sudah pernah diperoleh pemakai (user) dari pemakai lainnya (other user) atau spesialisasi komputer dari pihak luar perusahaan.



sumber

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DITINJAU DARI ASPEK PERILAKU


Aspek perilaku pengguna (user) TI menjadi perhatian penting bagi periset maupun praktisi karena mendukung keberhasilan penerapan teknologi informasi. Beberapa penelitian banyak mengkaitkan computer attitude dengan keperilakuan user TI. Ditinjau dari aspek keperilakuan, sikap individu terhadap obyek akan menentukan perilaku seseorang, demikian halnya dengan perilaku para pengguna (user) TI. Secara teoritis implikasi penerapan TI dapat dipandang sebagai aspek keperilakuan yang berkaitan dengan pengembangan TI. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku pengguna (user) apabila ditinjau dari 3 unsur dalam pengembangan TI (perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna) memang pentinguntuk diperhatikan. Apabila ditinjau dari aspek perilaku, implementasi pengembangan TI akan tergantung dari perilaku yang melekat pada diri user. Kemudahan dan kemanfaatan yang diperoleh dari penerapan TI akan tergantung dari perilaku user dalam mengorganisir kemampuannya terhadap pemanfatan TI.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa faktor perilaku mempengaruhi pengapdosian teknologi informasi.Hal ini telihat pada ”Theory of Reasoned Action” (TRA) yang dikemukakan Fishbein dan Ajzen (1975). Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan menggunakan computer jika dia dapat melihat adanya manfaat (hasil) positif dari penmggunaan tersebut (dalam Dandes Rifa dan Gudono, 1999).

Speier, Morris, dan Briggs (1997) dalam penelitiannya menyatakan ”looked closely at attitudes towards computers and the impact it has on performance. They found a relationship existing between the examined attitudes and performance. “Subjects who perceive computers to be easier to use and who perceive computers as useful tend to exhibit greater skill performance.” Their results exhibited an increase in fear and anxiety when skill performance had decreased(dalam Linda V.Orr, 2000). Hasil penelitian ini menemukan adanya hubungan antara computer attitude dengan performance seseorang. Personil yang merasa lebih mudah menggunakan komputer dan merasa komputer sebagai sesuatu yang bermanfaat cenderung memperlihatkan tingkat keahlian yang lebih tinggi.Sedangkan mereka yang memperlihatkan ketakutan dan kegelisahaan yang semakin tinggi cenderung memperlihatkan keahlian yang semakin menurun. Hakkinen (1994) dalam penelitiannya menyatakan “Computer anxiety is a psychological characteristic of adult learners that computer instructors will continually confront. “It is important to reduce anxiety because it has negative effects on learning” Computer anxiety can be significantly reduced if Extension educators createa comfortable learning environment in which students can have positive experiences with computers (dalam Pam Dupin-Bryant, 2002). Temuan ini menekankan bahwa computer anxiety merupakan sebagai suatu kondisi psikologis seseorang dalam hubungannya dengan penggunaan komputer yang ditandai dengan adanya rasa takut. Ketakutan ini umumnya merupakan kondisiyang dialami oleh orang dewasa yang menekankan adanya kecenderungan seseorang untuk bersikap negatif atau menolak terhadap penggunaan computer. Sedangkan pengurangan kegelisahan dalam mempelajari komputer merupakan faktor yang amat penting karena hal tersebut mempengaruhi pengalaman seseorang dalam memanfaatkan komputer.

Iqbaria (1994) dalam Fahmi Natigor Nasution (2009) mengembangkan suatu model untuk memprediksi penggunaan TI. Beberapa faktor yang diajukan oleh Iqbaria meliputi keinginan memakai komputer, keahlian, dukungan organisasi, kebijakan, manfaat untuk organisasi, kecemasan karena pemakaian TI memiliki dampak langsung atau dampak tidak langsung terhadap penerimaan teknologi komputer. Komponen penting dari model Iqbaria (1994), meliputi pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku, hal ini mengarah pada subjektivitas seseorang,atau opini pihak lain yang mempengaruhi individu. Kemudian terdapat juga aspek kepercayaan normative yang dapat melihat seseorang dalam penggunaan komputer. Penelitian Laudon dan Laudon dalam Dedi Haryanto (2002) mengemukakan bahwa perilaku dalam penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja karyawan. Dengan menggunakan pendekatan sosioteknis dapat diketahui bahwa pelaksanaan sistem informasi yang baik memerlukan koordinasi tiga komponen utama sistem informasi yaitu: sikap manusia, teknologi, dan organisasional.

Sikap manusia

Faktor manusia memberikan pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan pelaksanaan sistem informasi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah tingakt kemampuan individu baik di bidang manajerial maupun di bidang teknologi infrormasi dan faktor sikap individu. Faktor sikap manusia ini diartikan sebagai sikap atau persepsi individu terhadap Tinjauan mengenai Aspek Perilaku dalam Penggunaan Teknologi Informasi keberadaan teknologi informasi maupun terhadap kondisi lingkungan kerja.

Teknologi

Faktor teknologi terdiri dari unsur hardwaredan softwareyang merupakan dasar pembentukan sistem informasi. Faktor teknologi yang terutama mengambil peran dalam keberhasilan suatu sistem informasi. Kualitas sistem informasi pada dasarnya ditentukan oleh empat kriteria yaitu: kinerja sistem, keandalan sistem, kegunaan sistem, dan fleksibilitas sistem.

Organisasional

Faktor organisasi memberikan pengaruh terhadap kinerja seseorang melalui proses bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Proses bisnis tersebut dapat berupa kebijakan-kebijakan perusahaan, peraturan-peraturan, prosedur kerja, pembagian tugas dan wewenang.

Dambrot et al. (1985) dalam Dandes Rifa dan Gudono (1999) dalam penelitiannya mengidentifikasi korelasi antara computer attitude dengan perilaku (behaviors) melalui hubungan antara computer attitude dengan math anxiety, math aptitude, math course work, computer aptitude dan scholastic achievement.



sumber

PENGGUNA TEKNOLOGI INFORMASI (USER)


Keberadaan brainware (manusia) sebagai pengguna sistem mempunyai fungsi yang amat penting karena berfungsi sebagai pelaksana (operator) masukan (input) dan penerima keluaran (output). Sebagai unsur sumber daya manusia, pengguna sistem secara psikologi memiliki perilaku (behavior) tertentu yang dipengaruhi oleh persespi dan sikapnya terhadap TI. Dalam organisasi atau perusahaan, istilah brainware dapat berupa analyst, programmer, atau operator.

Menurut Harrison dan Rainer (1992) dalam Rifa dan Gudono (1999) bahwa end-user adalah orang-orang yang berinteraksi dengan sistem informasi yang berbasis komputer hanya sebagai konsumen atau pemakai. Sedangkan End User Computing(EUC) adalah penggunaan komputer secara langsung oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan computer-based solution dengan tepat. Para spesialis informasi tidak selalu berperan serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer, kecenderungan ini di mulai pada akhir tahun 1970-an dimana meningkatnya minat pemakai dalam mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri nama yang diberikan pada situasi ini adalah end-user computing. Para pemakai tidak perlu bertanggung jawab penuh dalam pengembangan sistem, tetapi akan bekerja sama dengan pada spesialis informasi bersama-sama mengembangkan sistem. Dengan demikian pengertian End User dapat dipersamakan atau sinonim dengan pemakai produk akhir sistem berbasis komputer sedangkan End User Computing(EUC) merupakan pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh pemakai akhir. Berbagai literatur menunjukkan setidaknya ada tiga jenis kesalahan (error) yang berkaitan dengan TI.Pertama, kesalahan teknis (technical error) yang berkaitan dengan kualitas teknis yang rendah.

Kedua, kesalahan fungsional (functionality error) yang berkaitan dengan ketidaksesuaian antara fungsi teknologi dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi.Ketiga, kesalahan manusia (human error) yang secara garis besar berkaitan dengan kemampuan (skill) dan kemauan (motivation) karyawan untuk menggunakan teknologi tersebut. (Riri Satria, 2009)

Menyikapi pentingnya faktor SDM maka fungsi-fungsi manajemen membutuhkan kompetensi Level User yang memadai baik level operator, programmer, maupun system analyst. Tinjauan mengenai Aspek Perilaku dalam Penggunaan Teknologi Informasi menekan biaya serta mampu menghasilkan outputdan manfaat yang lebih besar. Keseriusan organisasi dalam mendukung perkembangan TI tidak cukup hanya melengkapinya dengan perangkat keras dan software. Faktor brainware sampai sekarang masih menjadi kendala utama dalam implementasi SIM dan TI. Keberadaan brainware yang kurang terdukung menyebabkan sistem informasi manajemen tidak dapat berjalan efektif, disebabkan karena kompetensi SDM kurang mampu mengartikulasikan keberadaan TI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Kendala ini sering disebut sebagai Human Error.


Sumber

INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI


Teknologi informasi secara potensial merupakan strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memenangkan bersaing.Kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya pengembangan TI dan keberanian organisasi melakukan investasi TI memiliki peran yang amat penting karena mendukung efisiensi waktu dan peningkatan produktivitas.Guna menghadapi persaingan, perusahaan melalui manager TI berkepentingan melakukan perencanaan dan implementasi yang matang dari TI.Strategi TI dapat disesuaikan dengan tujuan dan kondisi internal perusahaan.

Tahap selanjutnya perlu mengoptimalkan komponen-komponen TI secara menyeluruh dan terpadu.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas sedangkan informasi adalah data yang sudah melalui proses pengolahan, dengan metoda tertentu.(Ana Heryana, 2005)

Teknologi informasi memiliki tiga komponen penting yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware). Sebagai komponen TI, sistem informasi/SI ditekankan pada penciptaan perangkat lunak sedangkan TI lebih berfokus pada kemampuan, respon, kemudahan dan rasio biaya/performansi.Perbedaan karakteristik pengguna TI juga dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah aspek perilaku user.


sumber

Sejarah Teknologi Informasi

Sejarah Teknologi Informasi


Tahun 1455

Johann Guntenberg pertama kalinya menggunakan mesin cetak untuk mencetak plat huruf yang terbuat dari besi yang dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.

Tahun 1830
Augusta Lady Byron pertama kalinya menulis program komputer yang pertama di dunia dengan bekerja sama dengan Charles Babbage. Untuk dapat merealisasikan ini, mereka menggunakan mesin Analytical-nya. Alat tersebut didesain mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, mesin ini muncul 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC 1 dibentuk.

Tahun 1837
Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode Morse bersama Sir Wiliam Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 (dua) tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan penerimaan informasi ini mampu untuk dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan digunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dihalangi oleh jarak dan waktu.

Tahun 1861
Gambar bergerak yang diproyeksikan ke dalam sebuah layar besar pertama kali digunakan sebagai cikal bakal film sekarang. Pada zaman dahulu proyektor ini berkembang dengan sebutan layar tancap.

Tahun 1876
Pada zaman ini ditandai dengan tokoh Melvyl Dewey yang mengembangkan sistem penulisan desimal.

Tahun 1877
Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan perangkat telepon yang digunakan pertama kali secara umum.
Edward Maybridge menemukan Fotografi dengan kecepatan tinggi.

Tahun 1899
Menggunakan system penyimpanan dalam tape (pita) magnetis yang pertama tetapi pada zaman ini penyimpanan masih bersifat analog belum digital.

Tahun 1923
Zvorkyn pada zaman ini menciptakan tabung TV yang pertama.

Tahun 1940
Dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.

Tahun 1945

Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan hypertext. Pada zaman ini penggunaan hypertext telah berkembang seiring dengan perkembangan desain website.

Tahun 1946

Pada zaman ini teknologi komputer digital pertama di dunia ENIAC I mulai dikembangkan walaupun belum begitu banyak pengguna tetapi teknologi komputer sudah digunakan pada instansi-instansi tertentu.

Tahun 1948
Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan transistor.

Tahun 1957
Jean Hoerni mengembangkan transistor planar. Teknologi ini dapat mengembangkan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silicon.
USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan Sputnik sebagai satelit bumi buatan pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) di bawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang pertahanan atau militer.

Tahun 1972
Pada masa ini Ray Tomlinson menciptakan sebuah program E-mail pertama yang digunakan untuk berkomunikasi pada jarak jauh dengan menggunakan teks. E-mail banyak disebut sebagai surat elektronik.


Tahun 1973-1990

Istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian dikenal dengan istilah TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA. Pada tahun 1981 National Science Fondation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantaranya: DDN, DARPA, ARPANET, dan Internet Gateway.

Tahun 1991- Sekarang
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya. Pada tahun 1992 komunitas internet pertama kali dibentuk, kemudian diperkenalkan dengan istilah World Wide Web (WWW) oleh CERN. Pada tahun 1993, NSF membentuk interNIC dalam rangka untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada tahun 1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam segala segi kehidupan manusia. Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone.




Prefix, Infix, dan Postfix - Struktur Data



Dalam struktur data yang kita pelajari secara umum ada 3 notasi operasi yang dilakukan untuk suatu operasi aritmatika,yaitu Prefix,Infix,dan postfix.Dan untuk mengetahui notasi-notasi yang diatas itu,sebelumnya kita harus mengenal dan mengetahui indikator yang ada di notasi itu tersebut.

Notasi ini terbentuk dari Operand dan Operator.
Operand adalah data atau nilai yang membantu dalam proses,sedangkan Operasi adalah fungsi yang digunakan dalam proses.


contohnya:
A+B*C
2 + 5 * 3
Keterangan: A ,B ,C ,2 ,3 ,5 adalah Operand.
+,* adalah Operator.

Setelah kita mengenal dan mengetahui dengan Operand dan Operator, maka mari kita mengenal juga tingkat/ level yang ada didalam notasi tersebut:
-( ) (Kurung).
- ^ (Pangkat).
- * / (Perkalian / Pembagian).
- + - (Penjumlahan / Pengurangan).

Notasi ada 3 jenis, yaitu Prefix,Infix dan Postfix yang seperti kita ketahui di atas:

1. Prefix

Prefix adalah notasi yang terbentuk atas operator dengan operand, dimana oprator didepan operand.
contoh: A + B * C (infix).
maka notasi prefixnya adalah: +A*BC.

Pemecahannya:

A+B*C

Diketahui ada 3 operand yaitu: A, B, C dan 2 operand yaitu: +, *.proses dimulai dengan melihat dari hirarkhi oprator.Contoh diatas operator yang tertinggi adalah * kemudian +. Tanda * diapit oleh 2 operand yaitu B*C, prefixnya dengan menggabungkan operand dan memindahkan operator ke depan dari operand,sehingga fungsi B*C, notasi prefixnya menjadi *BC.

Sehingga hasil sementara dari notasi prefix adalah:
A+*BC

Selanjutnya mencari prefix untuk operator yang berikutnya yaitu +, cara yang dilakukan sama seperti diatas, operator + diapit oleh operand, yaitu A dan *BC, gabungkan operand,sehingga menjadi A*BC,lalu pindahkan operator kedepan operand,sehingga hasil akhir menjadi :
+A*BC.


2. Infix 

Infix adalah notasi yang membentuk atas operator dengan operand,dimana operator berada diantara operand.
Contoh : 
- A + B * C
- (A + B) * C
- A - (B + C) * D ^ E


3.Postfix

Postfix adalah notasi yang membentuk atas operator dengan operand, dimana operator berada dibelakang operand.
Contoh : A + B * C ( infix).
maka notasi postfix adalah ABC*+.

Pemecahannya:

A + B * C

Diketahui ada 3 operand yaitu : A,B,C dan 2 operator yaitu : +, *. proses dimulai dengan melihat dari hirarkhi operator.Contoh diatas operator yang tertinggi adalah * kemudian +.


Tanda * diapit oleh kedua operand yaitu B dan C yaitu B*C, postfix dengan menggabungkan operand B dan C menjadi BC,lalu memindahkan operator ke belakang operand C, sehingga fungsi B*C, notasi postfixnya menjadi BC*.Sehingga hasil sementara dari notasi postfix adalah A + BC*

Selanjutnya mencari postfix untuk operator yang berikutnya, yaitu +, dengan cara yang dilakukan sama seperti di atas, operator + diapit oleh 2 operand, yaitu : A dan BC* gabungkan operand tersebut,sehingga menjadi ABC*,lalu pindahkan operator + kebelakang operand ABC*.
Sehingga hasil akhir menjadi : ABC*+.

contoh Notasi Huruf :



Contoh Notasi Angka:







Apa Itu Java Script?


Java Script adalah bahasa script yang berdasar pada objek yang memperbolehkan pemakai untuk mengendalikan banyak aspek interaksi pemakai pada suatu dokumen HTML. Dimana objek tersebut dapat berupa suatu window, frame, URL, dokumen, form, button atau item yang lain. Yang semuanya itu mempunyai property yang saling berhubungan dengannya dan masing-masing memiliki nama, lokasi, warna nilai dan atribut lain.

Sesuai dengan perkembangan Worl Wide Web yang sangat pesat menyebabkan munculnya banyak home page dengan halaman-halaman yang sangat menarik. Halaman web yang dulunya hanya berupa teks dan gambar saja, saat ini menjadi sesuatu yang interaktif dan cerdas. Berbicara tentang Web tidak akan lepas dari HTML, bahasa yang digunakan untuk membuat halaman web. HTML merupakan bahasa yang sangat mudah dipelajari, Anda tidak perlu mempunyai latar belakang pemrograman untuk menggunakannya. Namun untuk membuat halaman web yang interaktif, HTML saja tidak cukup. Dua hal yang membuat web menjadi media interaktif adalah form dan CGI (Common Gateway Interface) Script. Dengan form dan CGI pembaca tidak hanya menerima informasi saja, tetapi sebaliknya juga bisa mengirimkan informasi kepada Anda, Ini akan menimbulkan komunikasi dua arah dan membuat web menjadi Interaktif. Form merupakan sarana yang dipakai pembaca untuk memasukan informasinya, sedangkan CGI Script bertugas untuk memproses informasi tersebut.




Sejarah dan Pengertian CDMA


CDMA (Code Division Multiple Access), menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). CDMA juga merupakan sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada channel atau frekuensi RF.
Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interfensi, dan sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersama karena mempergunakan teknik pengkodean tertentu. Ponsel CDMA ada dua jenis, tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus di program oleh petugas operator yang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card.
Adapun jejak perkembangan CDMA adalah sebagai berikut :
1.          Pada Tahun 1988. Qualcomm sebagai salah satu perusahaan di Amerika Utara yang terkemuka membuat konsep CDMA selular.
2.          Kemudian pada tahun 1989. Qualcomm mengadakan demonstrasi memperkenalkan CDMA pertama kali di San Diego, Amerika.
4.          Tahun 1991. Qualcomm berhasil mengadakan tes skala besar di San Diego, Amerika.
5.          Tahun 1992. CDMA soft hand off dari perusahaan Qualcomm dipatenkan oleh pemerintah Amerika.
6.          Tahun  1993. CDMA market trial pertama kali  mulai dipasarkan. Telecommunications Industry Association ( TIA ) di Amerika Serikat menggunakan CDMA sebagai standar komunikasi digital. Korea  Selatan juga sudah mulai mempelajari dan mencoba mengimplementasikan  CDMA teknologi.
7.          Tahun 1994. Perusahaan Qualcomm bersama perusahaan terkemuka yaitu Sony Electronics ( saat ini dikenal dengan nama Sony Co. Ltd ) mendirikan sebuah perusahaan patungan ( joint venture ) dengan nama Qualcomm Personal Electronics ( QPE ) untuk mengembangkan dan memproduksi handphone berbasis teknologi CDMA.
8.          Tahun 1995. Jaringan CDMA yang menjangkau beberapa negara di dunia untuk pertama kali diluncurkan. Qualcomm meluncurkan CDMAOne handset pertama kali.
9.          Tahun 1997. Jaringan CDMA sudah mulai masuk ke wilayah Jepang. IS-95B standard completed untuk CDMA system ( meliputi penambahan kemampuan transmisi data menjadi 64 Kbps ).
10.        Tahun 1998. Telecommunication Industry Association menyarankan konsep CDMA2000 sebagai solusi komunikasi 3G untuk International Telecommunication Union. Perusahaan LG Telecom merilis data service CDMA untuk pertama kali.
11.        Tahun 1999. Perusahaan handphone terkemuka, Ericsson bersama perusahaan Qualcomm mencapai kesepakatan bersama untuk mendukung standard 3G CDMA dan ditandai dengan dijualnya divisi infrastruktur wireless milik Qualcomm kepada Ericsson. Data statistik sampai tahun ini menyatakan bahwa sudah ada 83 operator dari 35 negara.
12.        Tahun 2000. Japan’s IDO dan DDI mulai mengembangkan 64 Kbps CDMA packet data service. Qualcomm, Samsung, dan Sprint PCS adalah  3 perusahaan terkemuka secara bersama-sama merilis 3G CDMA voice call. Dua perusahaan  yaitu Qualcomm dan Lucent melengkapi perilisan 153 Kbps 3G CDMA2000 data call. Qualcomm menjual peralatan bisnis handset CDMA  kepada Kyocera Wireless Corp. Perusahaan terkemuka SK Telecom meluncurkan 3G CDMA2000 pelayanan komersial kelas dunia untuk pertama kali di dunia.
13.        Tahun 2001. Qualcomm memperkenalkan BREW system. QCT dan Nortel Networks memperkenalkan mobile IP call pertama. Ketiga perusahaan terkemuka dunia yaitu QCT, SchlumbergerSema dan Samsung mendemonstrasikan CDMA roaming menggunakan R-UIM-enabled CDMA handset. GpsOne diperkenalkan pertama kali oleh perusahaan terkemuka milik Jepang yaitu SECOM.

14.        Tahun 2005. Sampai tahun ini, data statistik menunjukkan bahwa sudah ada 143 operator penyedia layanan CDMA2000 di 67 negara. Kemudian ada 64 perusahaan penghasil maupun pendukung peralatan layanan CDMA2000 baik handset maupun aksesoris tambahan lainnya.




Teknik Modulasi dan Bandwidth | GSM


Teknik modulasi yang digunakan pada GSM adalah GMSK (Gaussian Minimum Shift Keying). Teknik ini bekerja dengan melewatkan data yang akan dimodulasikan melalui Filter Gaussian. Filter ini menghilangkan sinyal-sinyal harmonik dari gelombang pulsa data dan menghasilkan bentuk yang lebih bulat pada ujung-ujungnya. Jika hasil ini diaplikasikan pada modulator fasa, hasil yang didapat adalah bentuk envelope yang termodifikasi (ada sinyal pembawa). Bandwidth envelope ini lebih sempit dibandingkan dengan data yang tidak dilewatkan pada filter gaussian.

Bandwidth yang dialokasikan untuk tiap frekuensi pembawa pada GSM adalah sebesar 200kHz. Pada kenyataannya, bandwidth sinyal tersebut lebih besar dari 200kHz, bahkan setelah dilakukan pemfilteran gaussian pun hal itu tetap terjadi. Akibatnya sinyal akan memasuki kanal-kanal di sebelahnya. Jika pada satu sel (akan dijelaskan kemudian) terdapat BTS dengan frekuensi pembawa yang sama atau bersebelahan kanal, maka akan terjadi interferensi akibat overlapping tersebut. Begitu juga jika sel-sel yang bersebelahan memiliki frekuensi pembawa sama atau berdekatan. Alasan inilah yang menyebabkan mengapa dalam satu sel atau antara sel-sel yang berdekatan tidak boleh menggunakan kanal yang sama atau berdekatan.





Pembagian Sel | GSM


Pembagian area dalam kumpulan sel-sel merupakan prinsip penting GSM sebagai sistem telekomunikasi selular. Sel-sel tersebut dimodelkan sebagai bentuk heksagonal. Tiap sel mengacu pada satu frekuensi pembawa / kanal / ARFCN tertentu. Pada kenyataannya jumlah kanal yang dialokasikan terbatas, sementara jumlah sel bisa saja berjumlah sangat banyak. Untuk memenuhi hal ini, dilakukan teknik pengulangan frekuensi (frequency re-use). Antara sel-sel yang berdekatan frekuensi yang digunakan tidak boleh bersebelahan kanal atau bahkan sama.

Jelas bahwa semakin besar jumlah himpunan kanal, semakin sedikit jumlah kanal tersedia per sel dan oleh karenanya kapasitas sistem menurun. Namun, peningkatan jumlah himpunan kanal menyebabkan jarak antara sel yang berdekatan kanal semakin jauh, dan ini mengurangi resiko terjadi interferensi. Sekali lagi, desain sistem GSM memerlukan kompromi antara kualitas dan kapasitas.

Pada kenyataannya, model satu sel dengan satu kanal transceiver (TRx, tentunya menggunakan antena omni-directional) jarang digunakan. Untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kualitas, desainer melakukan teknik sektorisasi. Prinsip dasar sektorisasi ini adalah membagi sel menjadi beberapa bagian (biasanya 3 atau 6 bagian; dikenal dengan sektorisasi 120o atau 30o). Tiap bagian ini kemudian menjadi sebuah BTS (Base Transceiver Station). Kebanyakan vendor memperbolehkan sampai dengan 4 TRx per BTS untuk sektorisasi 120o. Jika digunakan TDMA pada TRx, menghasilkan 8 kanal TDMA tiap TRx, Anda bisa menghitung bahwa dalam satu sel dapat menampung trafik yang setara dengan 3 X 4 X 8 = 96 kanal TDMA atau sebesar 82,42 erlang dengan GoS 2%. (Erlang merupakan satuan trafik dan GoS(Grade of Service) menyatakan derajat keandalan layanan, berapa jumlah blocking yang terjadi terhadap panggilan total).

Pada prakteknya tidak semua kanal TDMA tersebut bisa digunakan untuk kanal pembicaraan (TCH = Traffic Channel). Dalam sebuah BTS juga diperlukan SDCCH (Stand-alone Dedicated Control Channel) yang digunakan untuk call setup dan location updating serta BCCH (Broadcast Control Channel) yang merupakan kanal downlink yang memberikan informasi dari BTS ke MS mengenai jaringan, sel yang kedatangan panggilan, dan sel-sel di sekitarnya.

Bagian paling rendah dari sistem GSM adalah MS (Mobile Station). Bagian ini berada pada tingkat pelanggan dan portable. Pada tiap sel terdapat BTS (Base Transceiver Station). BTS ini fungsinya sebagai stasiun penghubung dengan MS. Jadi, merupakan sistem yang langsung berhubungan dengan handphone Anda.

BTS pada dasarnya hanya merupakan "pesuruh" saja. Otak yang mengatur lalu-lintas trafik di BTS adalah BSC (Base Station Controller). Location Updating, penentuan BTS dan proses handover pada percakapan ditentukan oleh BSC ini. Beberapa BTS pada satu region diatur oleh sebuah BSC.

BSC-BSC ini dihubungkan dengan MSC (Mobile Switching Center). MSC merupakan pusat penyambungan yang mengatur jalur hubungan antar BSC maupun antara BSC dan jenis layanan telekomunikasi lain (PSTN, operator GSM lain, AMPS, dll).Saat ini teknik switching terus berkembang, dan begitu pula pada layanan GSM. Beberapa operator GSM di Indonesia telah menerapkan Intelegent Network lanjutan dalam teknik switchingnya.




gambar

Frequency Hopping


Frequency hopping merupakan fitur yang diterapkan pada interface udara, yakni lintasan radio ke MS. Teknik ini dapat mengurangi redaman akibat efek multipath fading. GSM hanya merekomendasikan satu jenis frequency hopping, yakni baseband hopping. Namun beberapa vendor, seperti Motorola, menyediakan tipe frequency hopping yang lain, yang disebut Synthesizer Hopping.
Baseband Hopping digunakan jika base station memiliki beberapa DRCU/TCU tersedia. Aliran data secara sederhana dilalukan pada frekuensi dasar ke berbagai macam DRCU/TCU. Setiap data beroperasi pada frekuensi yang tetap, mengacu pada urutan hopping yang ditentukan. DRCU/TCU yang berbeda akan menerima sebuah timeslot yang spesifik pada setiap frame TDMA, berisi informasi yang ditujukan kepada MS-MS yang berbeda.

Synthesizer Hopping menggunakan kelincahan ferkuensi dari DRCU/TCU untuk mengubah frekuensi-frekuensi pada sebuah basis timeslot untuk transmisi maupun menerima. SCB pada DRCU serta sistem kontrol dan pemrosesan digital pada TCU akan menghitung dan menentukan frekuensi selanjutnya, dan memprogram sebuah pasangan synthesizer Tx dan Rx untuk menuju ke frekuensi yang telah dihitung.

Teknik synthesizer hopping ini sangat baik untuk diterapkan pada sel-sel dengan jumlah carrier yang sedikit. Untuk sel-sel dengan jumlah carrier yang banyak, teknik baseband hopping merupakan teknik yang paling baik. Dan kedua teknik ini tidak bisa diterapkan sekaligus pada sebuah site BTS.




Proses Uplink dan Downlink

Proses Uplink-Downlink merupakan suatu panggilan-dipanggil pada jaringan GSM yang bekerja berdasarkan FDMA (Frequency Division Multiple Access). Berikut proses Uplink-Downlink pada jaringan GSM :

Uplink :
  1. Pelanggan mengaktifkan ponsel --> inisialisasi / log on.
  2. pelanggan akan mendapatkan koneksi ke cell site terdekat.
  3. BS memeriksa SIM Card untuk validasi account dan keanggotaan pelanggan, jika masih aktif panggilan akan diproses lebih lanjut.
  4. BS akan melakukan identifikasi informasi tentang cell site yang terdiri dari : carrier wireless, kode area lokasi dan frekuensi yang digunakan.
  5. Ponsel akan memeriksa Broadcast Control Channel (BCCH) yang berisi daftar channel dengan cara mengirim sinyal ke seluruh channel.
  6. Cell site terdekat akan memberikan level daya yang kuat pada ponsel.
  7. HLR pada MSC terdekat akan memeriksa lokasi nomor yang dipanggil, autentifikasi dan registrasi.
  8. VLR pada MSC akan memeriksa apakah ponsel pemanggil diijinkan melakukan panggilan (contoh : panggilan internasional).
  9. MSC akan mencarikan jalur sesuai dengan lokasi nomor yang dipanggil.
  10. Pada saat yang sama HLR akan diregistrasi oleh BS untuk menentukan lokasi ponsel pemanggil.
  11. Ponsel pemanggil akan mengirim pesan ke jaringan tentang lokasinya.
  12.  Jika melakukan “Hand over” ke sel yang lain, HLR secara otomatis melakukan up-date serta melanjutkan monitoring sehingga rute tetap terjaga.
  13. SMS dilayani oleh SMS Centre (bisa lintas operator). Frekuensi yang digunakan untuk pengiriman SMS berbeda dengan frekuensi informasi suara, karena itu pada saat pelanggan sedang on-line, dapat juga sekaligus menerima SMS.
 Downlink
  1. Saat yang dipanggil menyalakan power ponsel, ponsel akan meneliti SID (System Identification Code) pada BSSC-nya. Control Channel ini adalah frekuensi khusus dimana ponsel dan base station saling terkoneksi, berisi pengaturan panggilan dan perubahan channel. Jika ponsel tidak mendapat koneksi dari control channel, berarti ponsel berada di luar jangkauan, ditandai dengan tampilan “No service”.
  2. Jika SID didapatkan, berarti ponsel sudah mendapat channel.
  3. Setelah identifikasi selesai, ponsel akan mengirim permintaan registrasi, MSC akan melacak lokasi ponsel di dalam database-nya. Dengan cara ini MSC mengetahui letak sel dimana ponsel berada dan mengirim nada dering ke ponsel tersebut.
  4. MSC akan memilih pasangan frekuensi dimana ponsel tersebut dapat digunakan untuk menerima panggilan.
  5. MSC akan berkomunikasi dengan ponsel penerima melalui BSSC untuk memberitahu penggunaan frekuensi, kemudian ponsel dan antena akan melakukan switch ke frekuensi tersebut sehingga terjadi koneksi dan percakapan dua arah dapat dilakukan.
  6. Saat penerima berada di batas area, Base Station dari sel terdekat akan memberikan indikasi kekuatan sinyal yang semakin melemah sehingga Base station yang didekati akan mendengar dan mengukur kekuatas sinyal ponsel yang mendekati. Selanjutnya akan memperkuat kembali sinyal tersebut. Komunikasi antar dua Base Station ini dikontrol oleh MSC atau MTSO sehingga ponsel dapat melakukan switch dari satu sel ke sel yang lain. Proses ini dinamakan “Hand Over”.




Teknologi SMS (Short Message Service)

SMS pertama kali ditemukan oleh GSM pioners di Eropa. Standardisasi di bawah Lembaga Europan Telecommunications Standards Institute. SMS diciptakan untuk menyediakan infrastrukture transportasi pesan singkat yang mempunyai maksimal 140 bytes(8 bit objek). Pada jaringan mobile telekomunikasi, trasnportasi data dapat dilakukan pada jaringan GSM dan GPRS. SMS berbentuk bilangan biner yang memuat informasi penting untuk menghasilkan message header untuk trasnsportasi data dan messsage body sebagai payload. Skema dasar pengalamatan SMS adalah nomor mobile pnone yang disebut MSISDN.

SMS dibuat melalui telepon selular atau alat lainnya (misalnya Personal Computer). Perangkat tersebut dapat menerima dan mengirim SMS dengan menghubungkan perangkat melalui jaringan GSM. Semua perangkat tersebut mempunyai lebih dari satu nomor MSISDN disebut Short Message Entities lihat gambar jaringan GSM SMS di bawah
Diagram Alir SMS

Ada dua macam layanan dasar SMS:
· Mobile terminated (from a SMS–C to a mobile station (MS)) SMS
· Mobile originated (from a mobile station to a SMS–C) SMS



Teknologi Informasi di Indonesia


Teknologi informasi telah masuk ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari kita. Internet, spreadsheet, wordprocessor, database telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk yang berkecimpung dalam bidang komputer, teknik, perbankan atau sains, tapi juga telah berkembang ke dalam berbagai bidang lainnya. Komputer dan teknologi informasi telah menjadi satu dalam proses-proses belajar dan mengajar sehari-hari. Perkembangan teknologi yang cepat ini tanpa terasa telah memojokkan kita untuk mempelajari produk teknologi informasi ini secara cepat yang terkadang cenderung melakukan potong kompas. Dorongan untuk mengikuti perubahan teknologi ini menjadikan kita cenderung mempelajari pengetahuan dengan bersandar pada aplikasi-aplikasi yang populer. Populeritas suatu perangkat lunak yang sering dibentuk oleh strategi dan proses marketing yang hebat, sering menjadi dasar pemilihan perangkat lunak. Kadang kita kurang melihat pada kesesuaian perangkat lunak, juga sering kita mengabaikan dasar teknologi yang melandasinya, bahkan terkadang kita melupakan tujuan dari belajar itu sendiri.

Open source membuka kesempatan kepada kita untuk menjadi pembuat perangkat lunak, atau menyediakan jasa yang berkaitan dengan teknologi informasi. Internet menjadikan semua jaringan relatif terikat menjadi satu. Kemampuan tenaga TI lokal akan memungkinkan terbukanya kesempatan kerja di mancanegara. Secara aktif kita dapat menyebarkan pengetahuan tentang program open source, seperti LINUX dan lainnya melalui berbagai kesempatan kegiatan akademis dan non akademis. Ketersediaan beragam aplikasi dalam lingkungan open source, yang memungkinkan pula untuk kita gunakan dalam proses belajar-mengajar, tidak hanya dalam mata pelajaran komputer, tapi juga mata pelajaran lainnya, seperti biologi, kimia, akuntansi, linguistik, psikologi dan sebagainya. Secara perlahan-lahan, diharapkan nantinya akan berkembang developer-developer yang handal, yang berfungsi tidak hanya sebagai end-user yang hanya mengerti menggunakan sebuah kotak hitam saja.

Semua jenis aplikasi yang ada telah tersedia padanannya untuk lingkungan open source. Bahkan beberapa aplikasi yang ada di lingkungan open source tidak ada di lingkungan yang kini populer digunakan. Keterbatasan program aplikasi bukanlah suatu alasan yang cocok untuk menghalangi kita menoleh kepada penggunaan program jenis open source ini. Semua program open sourcemembuka kesempatan untuk kita untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kita.