Manfaat Cabai

Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yanng tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker. Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker.

Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada tanaman cabai. Hama ini sering menyebabkan gagal panen. berdasarkan laporan yang ada kerusakan pada tanaman cabai di Indonesia dapat mencapai 35%. Cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan mauapun pada produksi cabai.



sumber

Pengertian Cabai

Tanaman Cabe Merah (Capsicum annuum L.) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicin. Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, kabohidarat, kalsium, vitamin A, B1, dan vitamin C.
Cabe (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Budidaya tanaman cabe diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Cabe atau lombok merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.

Daerah sentral produksi utama cabe merah antara lain Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung); Jawa Tengah (Brebes, Magelang, dan Temanggung); Jawa Timur (Malang, Banyuwangi). Sentra utama cabe keriting adalah Bandung, Brebes, Rembang, Tuban, Rejanglebong, Solok, Tanah Datar, Karo, Simalungun, Banyuasin, Pagar Alam. Usahatani cabe yang berhasil memang menjanjikan keuntungan yang menarik, tetapi untuk mengusahakan tanaman cabe diperlukan keterampilan dan modal cukup memadai. Untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan diperlukan keterampilan dalam penerapan pengetahuan dan teknik budidaya cabe sesuai dengan daya dukung.



sumber

Pembuatan Mikroba Kulit Nanas (MOL)



Bahan dan Alat :
·         Kulit nanas                         2 genggam
·         Tetes tebu                         ¾ gelas
·         Air                                         1 liter
·         Botol air mineral              1 buah

Cara pembuatan :
1.       Kulit nanas di rajang sampai agak halus
2.       Masukkan tetes dan kulit nanas yang sudah dirajang dalam botol air mineral.
3.       Tambahkan air dan kocok sampai rata
4.       Biarkan selama 5 menit kemudian ditutup rapat
5.       Biarkan selama 2 x 24 jam

6.       Setelah 2 x 24 jam mikroba sudah jadi ditandai dengan bau sedap dan dapat digunakan untuk proses fermentasi pakan dan pupuk organik padat

Pengembangbiakan Mikroba Rumen (MOL)


1. Bahan :
  Air mendidih                                                          3 liter
  Molase/tetes tebu/gula merah                         1 liter/ 1kg
  Terasi                                                                    2 ons
  Dedak halus                                                           2 kg
  Air Leri/cucian beras                                             4 liter
  Air kelapa                                                              3 liter
  Rumen Kambing/starter                                           1 buah/1 liter

Alat :
  Timba besar (25 literan)
  Pengaduk
  Plastik Penutup
  Karet pengikat

Cara Pembuatan :
  1. — Masukkan terasi dan molase/tetes tebu/gula kelapa pada timba, dan tambahkan air mendidih
  2. — Aduk sampai kedua bahan larut
  3. — Sambil mengaduk tambahkan dedak halus sedikit demi sedikit
  4. — Tambahkan air leri, air kelapa dan air biasa pada larutan tersebut 
  5. — Diamkan ± 30 menit ( larutan sudah agak dingin)
  6. — Masukkan rumen kambingatau starter dalam larutan dan aduk sampai rata
  7. — Tutup timba dengan plastik penutup sampai rapat 
  8. — Biarkan selama 7 hari
  9. — Setelah 7 hari timba dibuka dan lakukan pemerasan untuk memperoleh larutan mikroba yang telah terpisah dengan limbahnya.

Manfaat :
1.       Menambah Bahan Organik tanah sehingga meningkatkan kesuburan tanah
2.       Memperkaya mikroba tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah
3.       Meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga mengurangi penggunaan pupuk an-organik (kimia)
4.       Untuk pembuatan pupuk Bokhasi dan Pupuk organik cair Bio Urin
5.       Untuk proses pembuatan pakan ternak  fermentasi.

6.       Untuk proses pembuatan jamu ternak

Pembuatan Pupuk Organik Cair Bio Urine


Bahan :
  1. Urine Ternak (Kambing, Sapi dll)                                          80 liter
  2. Tetes Tebu                                                                             5 liter
  3. Air Cucian Beras                                                                     5 liter
  4. Air Kelapa                                                                              5 liter
  5. Mikroba                                                                                 5 liter
  6. Empon-empon (Temulawak/kunir)                                          2 Kg
  7. Bonggol Anak Pisang                                                             1 buah
  8. Rebung Bambu                                                                       1 buah
Alat :
  Lumpang –alu (penumbuk)
  Pisau
  Timba
  Drum Plastik
  Plastik penutup
  Karet ban
  Pengaduk

Cara Pembuatan
  Masukkan kencing sapi pada drum plastik
  Empon-empon (kunir, temulawak, jahe), bonggol pisang, rebung bambu dihaluskan/ditumbuk
  Campur molase/tetes tebu, mikroba, air kelapa, air leri kemudian aduk sampai rata.
  Tambahkan empon-empon yang sudah dihaluskan dalam campuran kemudian aduk sampai rata.
  Masukkan campuran tersebut dalam drum plastik yan telah berisi kencung sapi.
  Tutup rapat drum yang telah berisi campuran selama 10-14  hari, sambil menunggu pada hari ketiga drum dibuka dan lakukan pengadukan kemudian ditutup kembali,

Manfaat :
1.       Menambahkan unsur hara makro maupun mikro tanah
2.       Menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman
3.       Meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga mengurangi penggunaan pupuk an-organik (kimia)
4.       Meningkatkan produksi tanaman dan memperpanjang masa produksi.
5.       Berfungsi sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sehingga pertumbuhan tanaman optimal

Cara Penggunaan :

Jenis Tanaman
Takaran
Waktu Aplikasi
Keterangan
Padi, Jagung
2 gelas/tangki
Umur 15 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 25 Hari setelah tanam

3 gelas/tangki
Umur 35 Hari setelah tanam

3 gelas/tangki
Umur 45 Hari setelah tanam
Tambahkan telur 1 butir untuk 2 tangki
Lombok, Tomat, Terong, Tembakau
1 gelas/tangki
Umur 10 Hari setelah tanam

1 gelas/tangki
Umur 17 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 25 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 35 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 45 Hari setelah tanam Selanjutnya penyemprotan sesuaikan dengan pertumbuhan tanaman
Tambahkan telur 1 butir untuk 2 tangki.

Pupuk Organik Cair “Geer”


Bahan :
Ø  Kotoran Segar (Sapi/Kerbau)                          20 Kg
Ø  Urea                                                                  1 Kg
Ø  Tetets Tebu (Molases)                                        1 Liter
Ø  Air                                                                 200 Liter

Alat :
  Drum Plastik ukuran 200ltr                           1 buah
  Pengaduk dari kayu                                      1 buah
  Plastik Penutup                                             1 buah

Cara Pembuatan :
  1. Masukkan kotoran segar, urea dan tetes tebu dalam drum plastik
  2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan agar larutan jadi  merata
  3. Tutup Rapat dan biarkan selama 14 hari (2 minggu) sambil setiap hari dilakukan pengocokan sebanyak sekali.
  4. Setelah 14 hari larutan dapat digunakan untuk pemupukan baik dengan cara disemprotkan maupun disiramkan ke daerah perakaran.
Manfaat :
1.       Menambah Bahan Organik tanah sehingga meningkatkan kesuburan tanah
2.       Memperkaya mikroba tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah
3.       Menambahkan unsur hara makro maupun mikro tanah
4.       Menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman
5.       Meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga mengurangi penggunaan pupuk an-organik (kimia)
6.       Meningkatkan produksi tanaman dan memperpanjang masa produksi.

Cara Penggunaan :
Jenis Tanaman
Takaran
Waktu Aplikasi
Keterangan
Padi, Jagung
20 – 30  liter/Ha
Sebelum tanam
Disiramkan/Disemprotkan pada tanah
2 gelas/tangki
Umur 15 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 25 Hari setelah tanam

3 gelas/tangki
Umur 35 Hari setelah tanam

3 gelas/tangki
Umur 45 Hari setelah tanam

Lombok, Tomat, Terong, Tembakau
1 gelas/tangki
Umur 10 Hari setelah tanam

1 gelas/tangki
Umur 17 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 25 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 35 Hari setelah tanam

2 gelas/tangki
Umur 45 Hari setelah tanam Selanjutnya penyemprotan sesuaikan dengan pertumbuhan tanaman
Tambahkan telur 1 butir untuk 2 tangki.