Istilah dalam Tasawuf

  1. Fana: hilangnya sifat-sifat buruk (maksiat lahir dan maksiat batin). Bahwa fana itu ialah lenyapnya segala-galanya.
  2. Itihad: satu tingkatan dalam tasawuf dimana seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. Yaitu pertukaran peranan antara yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu atau tegasnya antara sufi dengan Tuhan.
  3. Baqa: kekal, tetap, terus hidup.  
  4. Hulul: Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya, setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada di dalam tubuh itu dilenyapkan. 
  5. Maqamat: Pada Istilah Maqam atau arti jamak adalah maqamat , sebagaimana juga ahwal, yang dipahami berbeda menurut para sufi. Namun semuanya sepakat dalam memahami maqamat yang berarti kedudukan seorang pejalan spiritual atau sufi di hadapan Allah yang diperoleh melalui kerja keras dalam beribadah kepadaNya, bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu (mujahadah), serta latihan-latihan keruhanian budi-pekerti (adab) yang dapat membuatnya memiliki syarat - syarat dalam melakukan usaha - usaha untuk menjalankan berbagai kewajiban dengan baik dan mendekati sempurna.
  6. Ahwal: hal atau arti jamak adalah ahwal adalah suasana atau keadaan yang menyelimuti kalbu, yang diciptakan sebagai hak prerogatif pada Allah dalam hati setiap hambanNya, tidak ada sufi yang mampu merubah keadaan tersebut apabila datang saatnya, atau memperhatikannya apabila pergi.

Contoh Storytelling | Three Little Pigs

Hallo I’m hasan ma’ruf

And I will tell you famous and exciting story, call the three little pigs. It’s about two very silly little pigs and one the clever one.
There was once a family of pigs. The mother pig was very poor, and so she sent her three little pigs out to seek their fortunes. The first that went off, met a man with a bundle of straw, and said to him:
“Please man, give me that straw to build me a house.”
Which the man did, and the little pig built a house with it. Presently came a wolf, and he knocked at the door, and said:
“Little pig, little pig, let me come in.”
To which the pig answered:
“No, no, no by the hair of my chiny chin chin.”
The wolf then answered to that:
“Then I’ll huff, and I’ll puff, and I’ll blow your house in.”
So he huffed, and he puffed, and he blew his house in, and ate up the little pig.
The second little pig, met a man, with a bundle of stick, and he said:
“Please man, give me those stick to build a house.”
Which the man did, and the pig built his house. Then along came the wolf, and said:
“Little pig, little pig, let me come in.”
“No, no, no by the hair of my chiny chin chin.”
“Then I’ll huff, and I’ll puff, and I’ll blow your house in.”
So he huffed, and he puffed, and he huffed, and at last he blew the house down, and he ate up the little pig.
The third, little pig, met a man with a load of bricks, and said:
“Please man, give me those bricks to build a house with.”
So the man gave him the bricks, and he built his house with them. And so the wolf came, and as he did to the other little pigs, he said:
“Little pig, little pig, let me come in.”
“No, no, no by the hair of my chiny chin chin.”
“Then I’ll huff, and I’ll puff, and I’ll blow your house in.”
and he huffed, and he puffed, and he huffed and he puffed, and he puffed and huffed; and he could not get the house down. When he found that he could not, with all his huffing and puffing, blow the house down, he said:
“Little pig, I know where there is a nice field of turnips.”
“Where?” said the little pig.
“Oh, in Mr. Smith’s Home-field, and if you will be ready tomorrow morning, I will call for you, and we will go together, and get some for dinner.”
“Very well,” said the little pig, “I will be ready. What time do you mean to go?”
“Oh, at six o’clock.”
Well the little pig got up at five, and got the turnips before the wolf came (which he did about six) and, who said:
“Little Pig, are you ready?”
The little pig said: “Ready! I have been and come back again, and got a nice potful for dinner.”
The wolf felt very angry at this, but thought that he would get when up to the little pig somehow or other, so he said:
“Little pig, I know where there is a nice apple-tree.”
“Where?” said the pig.
“Down at Merry-garden,” replied the wolf, “and if you will not trick me, I will come for you, at five o’clock tomorrow and get some apples.”
Well, the little pig run up the next morning at four o’clock, and went off for the apples, hoping to get back before the wolf came; but he had further to go, and had to climb up the tree, so that just as he was coming down from it, he saw the wolf, which, as you can imagine, frightened him very much. When the wolf came up he said:
“Little pig, what! are you here before me? Are they nice apples?”
“Yes, very,” said the little pig. “I will throw you down one.”
And he threw it so far, that while the wolf was gone to pick it up, the little pig jumped down and ran home. The next day the wolf came again, and said to the little pig:
“Little pig, there is a fair at Shanklin this afternoon, will you go?”
“Oh yes,” said the little pig, “I will go; what time shall you be ready?”
“At three,” said the wolf. So the little pig went off before the time as usual, and got to the fair, and bought a butter-churn, which he was going home with, when he saw the wolf coming. Then, he could not tell what to do. So he got into the churn to hide, and by doing turned it round, and it rolled down the hill with the pig in it, which frightened the wolf so much, that he ran home without going to the fair. He went to the little pig’s house, and told him how frightened he had been by a great round thing which came down the hill past him. And the little pig said:
“Hah, I frightened you, I had been up to the fair and bought a butter-churn, and when I saw you, I got into it, and rolled down the hill.”
Then, the wolf was very angry indeed, and said he would eat up the little pig, and that he would get down the chimney after him. When the little pig, saw what he was about, he hung on the pot full of water, and made up a blazing fire, and  just as the wolf was coming down, he took off the cover, and in fell the wolf; so the little pig put on the cover again in an instant, boiled him up, and ate him for supper, and lived happly ever afterwards.
And that, was the story about the three little pigs.

And that the end.. wath’s that? It’s that wolf? Oh look it, he looking for me.. noo ah ah ah there is wolf in my room.. help help help help 

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Durrotul Maknuna(08),                       Geta Hidayatun Naimah(13),           Hasan Ma’ruf(14),                                    M. Indra Saputra(20),                             Siti Aminatus Sa’diyah(27),                 
Ula Uyun Fuaza(28)




A. TUJUAN
            Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

B. ALAT DAN BAHAN
1.      Gelas Erlenmenyer 100 ml
2.      Gelas ukur 25 ml
3.      Gelas kimia 100 ml
4.      Tabung reaksi dan rak
5.      Kasa, kaki tiga dan pembakar spiritus
6.      Thermometer
7.      Pangaduk
8.      Penjepit tabung
9.      Stop watch
10.  Lidi dan korek api
11.  Balon karet
12.  Larutan HCL 0,5 M dan HCL 0,3 M
13.  Batu pualam keping dan serbuk
14.  Larutan H2O2
15.  Larutan H2SO4 0,3 M dan 0,5 M
16.  Larutan Na2S23
17.  Serbuk MnO2
18.  Kertas putih dan spidol

C. LANGKAH KERJA
Percobaan 1: Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
a.       Isilah gelas Erlenmeyer dengan 20 mL larutan HCl 0,3M.
b.      Masukkan 1,5 gr keping pualam ke dalam balon karet, kemudian pasang dan ikat balon karet itu pada mulut Erlenmeyer yang berisi larutan HCl. Jaga jangan sampai pualam masuk ke dalam gelas Erlenmeyer.
c.       Reaksi pualam dalam balon karet dengan HCl dalam gelas Erlenmeyer dan catat waktu yang diperlukan gas CO2 untuk menegakkan balon karet.
d.      Ulangi langkah a, b, dan c dengan mengunakan larutan HCl 0,5M. Catat hasilnya pada tabel pengamatan.


Percobaan 2: Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
a.       Siapkan 1 buah tabung reaksi. Isi tabung reaksi dengan larutan 10 mL H2SO4 0,3M.
b.      Masukkan sekeping logam seng ke dalam tabung reaksi.
c.       Dengan menggunakan stopwatch, catat waktu yang diperlukan untuk reaksi tersebut, yaitu saat logam seng dimasukkan ke dalam larutan HCl hingga logam seng habis bereaksi.
d.      Ulangi langkah a, b, dan c untuk larutan H2SO4 0,5M.

Percobaan 3: Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi
a.       Buat tanda silang dengan spidol di atas kertas putih.
b.      Isi Elenmeyer dengan 10 mL larutan HCl 0,3M, kemudian latekkan di atas tanda silang.
c.       Tuang 10 mL larutan Na2 S23 ke dalam Erlenmeyer berisi HCl 0,3M.
d.      Catat waktu yang diperlukan untuk reaksi mulai dari penuangan hingga tanda silang tidak terlihat.
e.       Ulangi langkah b-d tetapi panaskan terlebih dahulu larutan Na2 S23 sebelum dicampur dengan HCl sampai suhu .

Percobaan 4: Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi
a.       Masukkan 10 mL larutan H2O2  ke dalam tabung reaksi.
b.      Letakkan lidi membara diatas tabung reaksi.
c.       Amati perubahan yang terjadi pada bara lidi.
d.      Tambahkan 0,5 gr MnO ke dalam larutan H2O2.
e.       Letakkan lidi membara di atas tabung reaksi dan amati perubahan pada bara lidi. Catat hasil pengamatan anda.

D. DASAR TEORI
Reaksi kimia adalah proses berubahnya pereaksi menjadi hasil reaksi. Proses itu ada yang cepat dan ada yang lambat, contohnya bensin terbakar lebih cepat disbanding dengan minyak tanah. Ada reaksi yang berlangsung sangat cepat, seperti membakar dinamit yang menghasilkan ledakan, dan ada yang sangat lambat seperti perkaratan besi. Dalam hal ini dikemukakakan cara menentukan laju reaksibdan factor factor yang mempengaruhinya.
  

Faktor-faktor yang mempenguruhi laju reaksi yang dikenal adalah sebagai berikut :
1.   Sifat pereaksi
Salah satu factor penentu laju reaksi adalah sifat pereaksi, ada yang reaktif dan ada juga yang kurang reaktif, misalnya bensin lebih cepata terbakar daripada minyak tanah. Demikian juga logam natrium bereaksi cepat dengan air, sedangkan logam magnesium lambat.

2.   Konsentrasi pereaksi
Dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung. Jiak konsentrasi pereaksi diperbesar, berarti kerapatannya bertambah dan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat reksi. Akan tetapi harus diingat behwa tidak selalu pertambahan konsentrasi pereaksi meningkatkan laju reaksi, karena laju reaksi dipengaruhi oleh factor factor lain.

3.   Suhu
Hampir semua reaksi menjadi lebih cepat bila suhu dinaikkan, karena kalor yang diberikan akan menambah energy kinetic partikel pereaksi. Akibatnya, jumlah dan energy tabrakan bertambah besar.

4.   Katalis
Laju suatu reaksi dapat diubah (umunya dipercepat) dengan menambahkan zat yang disebut katalis. Katalis sangat diperlukan dalam reaksi zat organic termasuk dalam organism. Katalis dalam organism disebut enzim dan dapat mempercepat reaksi ratusan sampai puluhan ribu kali.



E. DATA HASIL PENGAMATAN
No.
Pelarut
Larutan
Waktu
Δt
Percobaan 1
20 mL HCl 0,3M
1,5 gr keping pualam
1’03”
51”

20 mL HCl 0,5M
1,5 gr keping pualam
12”

Percobaan 2
10 mL H2SO4 0,3M
1 keping logam seng
3’55”
8”

10 mL H2SO4 0,5M
1 keping logam seng
3’47”

Percobaan 3
10 mL HCl 0,3M
10 mL Na2 S23
8’42”
5’02”

10 mL HCl 0,3M
10 mL Na2 S23
3’40”

Percobaan 4
10 mL  H2O2
0,5 gr MnO2
-
-


F. ANALISIS DATA
Percobaan 1
            Semakin besar konsentrasi HCl maka laju reaksinya semakin cepat. HCl 0,3M menempuh waktu 1’03” untuk mengembangkan balon karet, sedangkan HCl 0,5M menempuh waktu hanya 12”. Perbedaannya yaitu 51”. Hal ini karena balon karet terisi oleh CO2 hasil dari reaksi asam klorida(HCl) dengan batu pualam(CaCO3).
HCl(aq) + CaCO3(s) à CaCl2(s) + H2O(l) + CO2(g)

Percobaan 2
            Melihat data hasil percobaan yang telah peneliti lakukan pada percobaan kedua. Yang mana menggunakan asam sulfat (H2SO4) 0,3M bercampur dengan sekeping logam seng(Zn) yang dimasukkan kedalam tabung reaksi, ternyata membutuhkan waktu 3’55”. Hal ini menunjukkan reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar, karena zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Hal ini telah ditunjukkan pada percobaan kedua yakni pada 10 mL H­2SO4 0,5M yang konsentrasinya lebih tinggi membutuhkan waktu yang lebih cepat dari percobaan yang pertama.
Zn + HSO → ZnSO + H


Percobaan 3
Pada Percobaan 3 larutan HCl 0,1M direaksikan dengan larutan Na2S2O3 pada suhu yang berbeda yaitu pada suhu normal ruangan dan dipanaskan menjadi . Waktu reaksi dicatat sampai terbentuk endapan belerang didalam tabung erlemenyer.Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Na2S2O3(aq) + HCl(aq)→ 2NaCl(aq) + H2O(l) + SO2(g) + S(s)

            Berdasarkan tabel terlihat bahwa semakin besar temperatur semakin cepat endapan terbentuk dan dari data percobaan pada tabel dapat dilihat bahwa semakin besar temperature, maka waktu yang diperlukan untuk mereaksikan antara HCl dan Na2S2O3 semakin kecil, berarti laju reaksi semakin cepat. Dengan demikian semakin tinggi temperatur pereaksi, semakin cepat laju reaksinya.

Percobaan 4
Pada tabung reaksi direaksikan antara larutan hidrogen peroksida (H2O2) dan pirolusit (MnO2). Setelah MnO2 disatukan dengan H2O2 terjadi reaksi sepontan.  
MnO2 + 2H2O2 --> MnO2 + O2 + 2H2O
Pada reaksi ini terlihat adanya sedikit gelembung dan warna dari campuran abu kehitaman. Suhunya meningakat drastis dan keluar asap abu-abu diatasnya. Ketika peneliti memasukkan bara lidi kedalam tabung reaksi, muncullah api didalam tabung reaksi tapi tak berlangsung lama. Api ini terbentuk karena uap dan oksigen dari reaksi yang tersebut. Menurut peneliti hal ini terjadi karena MnO2 adalah termasuk katalis.
Berbeda saat H2O2 tidak di satukan dengan MnO­2, bara lidi yang dimasukkan kedalam tabung reaksi itu akan semakin padam. Api tidak bisa menyala. Menurut peneliti hal ini dikarenakan larutan H2O2 merupakan larutan basa.


G. KESIMPULAN
            Dari semua percobaan yang peneliti lakukan membuktikan bahwa konsentrasi dan suhu mempengaruhi terhadap laju reaksi. Jika konsentrasi naik maka laju reaksi juga naik, begitu juga jika suhu naik maka laju reaksi juga naik dan juga sebaliknya.
Persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya
Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.


I. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Hiskia . 2001. ELEKTROKIMIA dan KINETIKA KIMIA. Bandung ; Citra Aditya bakti.

Purba, Michael.2006.Kimia untnk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.